Investor panik jual IHSG turun hampir 3% usai menguji 9.000
Senin, 12 Januari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berubah arah ke zona merah pada perdagangan sesi kedua hari ini, tutup di level 8.884,72 atau turun 0,58% setelah konsisten menguat di perdagangan sesi pertama.
IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 9.000 di pembukaan perdagangan, serta level terendah di 8.715 atau setara penurunan 2,38% dari penutupan perdagangan pekan lalu.
Nilai total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp39,99 triliun, serta melibatkan perdagangan 74,38 miliar lembar saham.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penurunan IHSG hari ini akibat posisi indeks yang gagal bertahan di atas level 9.000. Hal ini memicu terjadinya aksi profit taking, terutama pada saham-saham konglomerasi, yang menanti kebijakan terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Profit taking tersebut telah memicu terjadinya panic selling sehingga sempat membuat IHSG tertekan hingga level 8,715, sebelum akhirnya membaik namun masih ditutup di area negatif,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan usai penutupan perdagangan.
Berdasarkan pantauan IDNFinancials.com, sejumlah saham konglomerasi seperti Grup Barito kompak mencatat penurunan harga pada perdagangan hari ini.
Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 5,01%, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 3,35%, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 7,10%.
Tiga saham lain dari Grup Jhonlin yang terafiliasi dengan Haji Isam juga turun signifikan. Harga saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) turun 3,17%, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) turun 3%, dan PT Dana Brata Luhur Tbk (PGUN) turun 5,83%.
Di sisi lain, sejumlah saham bank milik Pemerintah Indonesia menguat terbatas. Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 0,54%, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 0,21%, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 3,37%.
Dalam laporan sebelumnya, sejumlah analis telah memperkirakan IHSG rawan tertahan di bawah level 9.000, meskipun indeks acuan Wall Street menutup perdagangan di level tertinggi. (KR)