DOJ selidiki Powell, sejumlah ekonom AS menyatakan sangat khawatir

Selasa, 13 Januari 2026

image

JAKARTA - Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Minggu malam (11/1)  bahwa bank sentral telah menerima surat panggilan juri agung (grand jury subpoenas) dari Departemen Kehakiman.

Ia menggambarkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya untuk menekan bank sentral terkait kebijakan moneter.

“Tidak ada seorang pun. tentu saja termasuk ketua Federal Reserve, yang berada di atas hukum,” kata Powell, seperti dikutip BusinessInsider, Senin(12/1)

“Namun tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, yakni ancaman dan tekanan berkelanjutan dari pemerintahan.”

[[ Grand jury subpoenas atau surat panggilan juri agung di Amerika adalah perintah hukum yang wajib dipatuhisinya bisa berupa permintaan dokume kesaksian, atau informasi internal. Dikeluarkan dalam rangka penyelidikan serius, biasanya terkait dugaan pelanggaran hukum.]]

Para ekonom dan pemimpin bisnis terkemuka, termasuk sejumlah tokoh yang paling dihormati dalam ekonomi global dan kebijakan moneter,  mulai bereaksi ketika kabar ini mengguncang pasar pada awal pekan perdagangan.

Kekhawatiran utama yang mencuat adalah potensi terkikisnya independensi bank sentral AS. Sebanyak 13 tokoh ekonomi terkemuka, termasuk tiga mantan Ketua The Fed dan lima mantan Menteri Keuangan AS, merilis pernyataan bersama yang mengecam penyelidikan tersebut.

Mereka menegaskan, independensi Federal Reserve dan persepsi publik terhadap independensi tersebut sangat penting bagi kinerja ekonomi,\ serta menyebut penyelidikan pidana ini sebagai upaya melemahkan otoritas moneter.

Para penandatangan memperingatkan bahwa intervensi hukum terhadap pimpinan bank sentral berisiko menyeret AS ke praktik negara-negara dengan institusi lemah.

“Hal ini tidak memiliki tempat di Amerika Serikat, yang kekuatan terbesarnya adalah supremasi hukum sebagai fondasi keberhasilan ekonominya,” bunyi pernyataan tersebut.

Mereka juga mengingatkan potensi meningkatnya tekanan inflasi jika independensi The Fed terganggu.

Mantan Ketua The Fed Janet Yellen menyebut penyelidikan DOJ sebagai sangat mengkhawatirkan dan menilai hal itu bermotif politik.

Ia membela Powell dengan mengatakan, “Dengan mengenal Powell sebaik yang saya kenal, kemungkinan dia berbohong adalah nol.” Yellen juga mempertanyakan reaksi pasar yang dinilainya terlalu tenang, dengan menyatakan bahwa investor seharusnya lebih waspada.

Kritik juga datang dari kalangan politik lintas partai. Senator Thom Tillis menilai langkah DOJ sebagai bukti upaya pemerintahan untuk mengakhiri independensi The Fed, sementara Senator Lisa Murkowski menyebut penyelidikan tersebut sebagai tidak lebih dari upaya pemaksaan.

Di DPR, Ketua Komite Jasa Keuangan French Hill mengatakan penyelidikan pidana ini “menciptakan gangguan yang tidak perlu.”

Dari kalangan pasar, ekonom Mohamed El-Erian menilai penyelidikan terhadap Powell semakin merusak kredibilitas bank sentral AS. Mantan CEO Goldman Sachs Lloyd Blankfein bahkan menyebutnya sebagai “upaya bunuh diri institusional.” Meski demikian, sebagian pelaku pasar seperti Sharmin Mossavar-Rahmani dari Goldman Sachs menilai independensi The Fed masih aman dan tidak melihatnya sebagai risiko utama bagi ekonomi AS.(DH)