Rupiah turun 0,81% sejak awal bulan, analis ragu BI pangkas suku bunga
Rabu, 19 November 2025

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah turun 0,81% atau 135 poin ke level Rp16.755 sejak awal bulan.
Pelemahan itu memperburuk kinerja mata uang Indonesia terhadap dolar AS, yang berada di level Rp16.089 pada awal 2025.
Seperti diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, pelaku pasar dalam beberapa hari ini tengah bersiap dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan atau BI Rate, karena diperkirakan jadi salah satu penentu arah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Menurut konsensus yang dihimpun Bloomberg, sebanyak 28 dari 33 ekonom memperkirakan BI Rate akan bertahan di level 4,75% alias tidak berubah dari posisi bulan lalu.
Sementara 5 ekonom di antaranya memperkirakan adanya pemangkasan BI Rate sebanyak 25 basis points (bps) menjadi 4,50%.
Meskipun demikian, keputusan BI dalam beberapa kali pertemuan terakhir, cenderung mengabaikan proyeksi ekonom dan analis.
Ekonom di Nomura Holdings, Euben Paracuelles, mengatakan ketidakpastian global jadi salah satu faktor yang menyebabkan keputusan bank sentral berbeda dengan proyeksi ekonom dan analis.
“Saat ketidakpastian kebijakan ekonomi global tinggi, keputusan bank sentral semakin sulit diprediksi dan menjadi beban sentimen bagi investor,” ungkap Euben, dikutip Bloomberg.
Menurut data IDNFinancials.com, BI telah memangkas suku bunga acuan sebanyak 5 kali sejak awal tahun.
Pemangkasan pertama sebanyak 25 bps pada Januari 2025, disusul pemangkasan pada Mei, Juli, Agustus, dan September masing-masing sebanyak 25 bps.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan saat ini bank sentral masih terbuka dengan adanya pemangkasan suku bunga acuan.
Namun dalam eksekusinya, kata Perry dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) awal bulan ini, bergantung pada perkembangan inflasi dan indikator pertumbuhan ekonomi.
“Kalau dari pertimbangan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, jawabannya iya, masih ada ruang penurunan BI Rate,” jelas Perry. (KR)