DOJ ancam hukum The Fed dorong emas dan perak cetak rekor baru
Selasa, 13 Januari 2026

JAKARTA - Harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi dalam reli logam mulia global, dipicu kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve setelah Departemen Kehakiman AS mengancam bank sentral tersebut dengan dakwaan pidana.
Diutip bloomberg.com, emas menembus US$4.600 per ons, sementara perak melampaui US$86, setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyebut potensi dakwaan itu muncul di tengah “ancaman dan tekanan yang terus berlangsung” dari pemerintahan untuk memengaruhi kebijakan suku bunga. Pelemahan dolar AS turut memperkuat reli logam mulia.
Saham sektor tambang ikut menguat. Saham Hochschild Mining Plc melonjak hingga 9,6%, sementara Industrias Peñoles SAB de CV naik hingga 12%, seiring meningkatnya minat investor pada aset berbasis logam.
Tekanan politik terhadap The Fed dinilai menjadi faktor utama pendorong kenaikan emas dan perak sejak tahun lalu. Pelemahan independensi bank sentral berisiko menekan dolar dan obligasi AS, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Risiko lanjutan diperkirakan muncul pada 21 Januari, saat Mahkamah Agung AS mendengar perkara terhadap Gubernur The Fed Lisa Cook. Analis memperkirakan putusan yang berpihak pada pemerintahan Trump dapat memicu pelemahan dolar dan menopang harga emas.
Harga perak melonjak hingga 8% menjadi US$86,2498 per ons, mencetak rekor baru, didorong ketatnya pasokan global dan meningkatnya permintaan investasi, termasuk dari China.(DH)