BlackRock dan Citigroup pangkas jumlah karyawannya

Selasa, 13 Januari 2026

image

JAKARTA –BlackRock dan Citigroup, dua perusahaan investasi dan jasa keuangan, melakukan efisiensi jumlah karyawan dalam rangka mempertahankan kinerja perusahaan.

BlackRock memutus hubungan kerja terhadap 250 karyawan  di seluruh perusahaannya di sejumlah negara. Jumlah itu sekitar 1% dari total karyawan BlackRock secara global.

Menguip Bloomberg pada Selasa (13/1), juru bicara perusahaan itu menyampaikan bahwa meningkatkan BlackRock merupakan prioritas perusahaan secara konstan.

“Setiap tahun, kami membuat keputusan untuk memastikan bahwa sumber daya kami selaras dengan tujuan kami dan kami berada dalam posisi yang baik untuk melayani klien hari ini dan di masa depan,” katanya.

Langkah yang dilakukan BlackRok saat CEO Larry Fink berupaya merombak manajer aset terbesar di dunia tersebut dan merambah lebih dalam ke investasi alternatif.

Sejak merampungkan akuisisi senilai US$ 12miliar terhadap spesialis kredit swasta HPS Investment Partners pada Juli 2025. BlackRock telah mengintegrasikan para eksekutif barunya dan bersiap untuk meluncurkan rangkaian dana baru bagi investor ritel kaya.

Tahun lalu, BlackRock melakukan dua gelombang pemangkasan tenaga kerja sekitar 1% dari jumlah karyawannya pada setiap kesempatan.

BlackRock akan melaporkan pendapatan kuartal keempat pada 15 Januari 2025. Perusahaan ini memiliki sekitar 24.600 karyawan dan mengelola dana sekitar US$13,5 triliun pada September 2025.

Sementara itu, Citigroup bakal menghapus sekitar 1.000 pekerja pada pekan ini. UBS Group juga berencana melakukan gelombang PHK pada Januari 2025, yang akan dilanjutkan pada akhir tahun 2026 seiring dengan penonaktifan sistem komputer yang diperoleh dari Credit Suisse. (LK)