GEMS gelontorkan Rp31,44 miliar, fokus eksplorasi prospektif
Selasa, 13 Januari 2026

JAKARTA – PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melaporkan realisasi dana eksplorasi batu bara sepanjang kuartal IV 2025 telah mencapai Rp31,44 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/1), kegiatan eksplorasi GEMS fokuskan pada dua wilayah utama, yakni Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan, melalui anak usaha PT Borneo Indobara (BIB) dan PT Barasentosa Lestari (BSL).
Di Kalimantan Selatan, BIB memusatkan aktivitas pengeboran di area Girimulya Utara yang mencakup eksplorasi tahap pra-produksi, pengembangan, serta kajian geoteknik.
Hingga akhir Desember 2025, BIB telah menyelesaikan 37 lubang bor dengan total kedalaman mencapai 5.578,25 meter. Realisasi biaya untuk eksplorasi BIM mencapai Rp30,26 miliar, dari total anggaran yang disiapkan sebesar Rp43,02 miliar.
Sementara itu, di Sumatera Selatan, BSL melakukan infill drilling di Blok Muara Lakitan guna mengonfirmasi data historis.
Manajemen GEMS menilai aktivitas eksplorasi ini krusial, untuk mengoptimalkan stripping ratio serta memastikan kesinambungan lapisan batu bara.
Sepanjang kuartal empat 2025, BSL menuntaskan 15 lubang bor dengan total kedalaman 1.542,50 meter, dengan efisiensi biaya mencapai Rp1,18 miliar dari anggaran Rp1,27 miliar.
Namun di sisi lain, GEMS mencatat sejumlah anak usaha tidak melakukan aktivitas eksplorasi pada periode yang sama, antara lain PT Kuansing Inti Makmur, PT Trisula Kencana Sakti, PT Berkat Satria Abadi, dan PT Wahana Rimba Lestari. (DH/KR)