Beban operasional naik hingga September 2025, laba BTPN turun 23,85%

Rabu, 19 November 2025

image

JAKARTA - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN), mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,74 triliun sepanjang Januari-September 2025. Capaian itu merosot 23,85% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp2,29 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan bunga bersih BTPN hingga akhir September 2025, meningkat Rp11,99 triliun, atau tumbuh 9,08% dari Rp10,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini ditopang oleh pendapatan bunga yang naik 5,92% menjadi Rp18,25 triliun dari sebelumnya Rp17,23 triliun. Sementara itu, beban bunga hanya naik 0,34% dari Rp6,23 triliun menjadi Rp6,25 triliun.

Di sisi lain, total beban operasional non bunga mencapai Rp9,47 triliun, atau melonjak 20,58% dibandingkan Rp7,85 triliun pada kuartal III 2024.

Beberapa pos mengalami kenaikan tajam, termasuk kerugian penurunan nilai aset keuangan yang naik 45,02% menjadi Rp3,99 triliun dari Rp2,75 triliun. Beban tenaga kerja ikut meningkat 17,34% menjadi Rp4,18 triliun, serta beban promosi yang naik 4,42% menjadi Rp168,91 miliar.

Biaya operasional terhadap pendapatan operasional naik menjadi 90,75%, dari sebelumnya 83%. Net interest margin (NIM) juga turun menjadi 3,94% dari 4,12%.

Dari sisi intermediasi, bank menyalurkan kredit sebesar Rp176,41 triliun, atau naik 7,07% dari Rp164,76 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp121,31 triliun, meningkat 6,99% dari sebelumnya Rp113,39 triliun.

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan kinerja bank tetap solid di tengah dinamika pasar dan perubahan kebijakan moneter.

“Kami berupaya menciptakan dampak berkelanjutan dengan mendukung kemajuan ekonomi Indonesia, mendorong kesejahteraan nasabah, dan memberdayakan komunitas menuju pertumbuhan berkelanjutan. Seluruh upaya ini kami lakukan berlandaskan pola pikir adaptif serta komitmen terhadap pertumbuhan yang bermakna.” ujarnya dalam keterangan resmi (29/10)

Dari sisi neraca, total aset SMBC Indonesia mencapai Rp234,49 triliun hingga akhir September 2025, menurun dari posisi Desember 2024 yang sebesar Rp241,09 triliun. Total liabilitas tercatat Rp169,52 triliun, sementara ekuitas berada di posisi Rp55,53 triliun. (DH)