Saham Grup Saratoga melesat, IHSG rebound 0,72%
Selasa, 13 Januari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72% atau 63,58 poin ke level 8.948,3 pada perdagangan Selasa (13/1) hari ini, setelah sempat menguji support sepanjang perdagangan.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi di 8.956 dan terendah 8.841.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp33,54 triliun, yang melibatkan 62,92 miliar lembar saham.
Sejalan dengan kenaikan IHSG, indeks LQ45 yang menghimpun saham-saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BE), ditutup menguat. Kenaikan indeks LQ45 mencapai 1,42%, lebih tinggi dari kinerja IHSG.
Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat kenaikan harga 19,23% menjadi Rp775 per lembar. Kenaikan ini membuat saham Grup Saratoga ini jadi Top Gainers LQ45.
Berikutnya disusul oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang mencatat kenaikan 9,01%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang juga dimiliki Grup Saratoga naik 7,96%, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 6,51%, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 5,38%.
Sementara itu harga saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), meskipun tidak masuk dalam indeks LQ45, melesat 16% ke level Rp1.885 per lembar.
Mengenai fluktuasi IHSG, analis Phintraco Sekuritas menilai saat ini IHSG masih berada di fase konsolidasi pada area 8.840-9.000, selama indeks tidak bisa bertahan di atas level 9.000.
“Koreksi IHSG masih wajar selama tidak ditutup di bawah level 8.730,” jelas analis Phintraco, dalam catatan riset yang disampaikan usai penutupan perdagangan hari ini.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah 0,13% ke level Rp16.877 pada hingga pukul 4.44 WIB hari ini. Pelemahan ini terjadi seiring kinerja indeks dolar AS (DXY) yang menguat terhadap sejumlah mata uang, terutama di kawasan Asia. (KR)