Harga emas bertahan dekat rekor US$4.600 jelang data inflasi AS
Rabu, 14 Januari 2026

JAKARTA - Harga emas global bergerak stabil di dekat rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (13/1). Sentimen geopolitik yang memanas, terutama eskalasi konflik Rusia–Ukraina serta ketegangan terkait Iran, menopang permintaan aset lindung nilai, meskipun kehati-hatian investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat membatasi penguatan lebih lanjut.
Mengutip Reuters, harga emas spot tercatat naik 0,2% ke level US$4.601,63 per ons troi pada pukul 13.15 GMT, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi US$4.629,94 pada sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari justru turun tipis 0,1% ke US$4.610,30 per ons.
Analis ActivTrades, Ricardo Evangelista, menilai pergerakan emas tertahan oleh penguatan moderat dolar AS serta sikap hati-hati pasar menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS."Pemulihan moderat pada dolar AS, yang didorong oleh komentar hawkish dari seorang pejabat senior Fed, dan fokus investor pada rilis data CPI AS di sesi selanjutnya bertindak sebagai penghambat (bagi emas)," kata Evangelista.
Sebelumnya, Presiden Bank Federal Reserve New York, John Williams, menyatakan bahwa bank sentral belum menghadapi tekanan jangka pendek untuk mengubah arah kebijakan moneter. Saat ini, investor memperkirakan dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini, dengan data inflasi AS menjadi indikator kunci arah kebijakan berikutnya.
Dari sisi geopolitik, ketegangan meningkat setelah Rusia melancarkan gelombang serangan rudal paling intens sepanjang tahun ini terhadap Ukraina, yang menewaskan empat orang dan melukai sejumlah lainnya. Selain itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan dikenakan tarif sebesar 25% dalam perdagangan dengan Amerika Serikat.
Dalam kondisi ketidakpastian global dan prospek suku bunga yang lebih rendah, emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil cenderung tetap diminati investor. Evangelista menilai tren ini masih membuka peluang kenaikan lanjutan.
“Dengan harga emas yang terkonsolidasi di atas level US$4.500, didukung oleh prospek bearish untuk dolar dan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan, angka US$5.000 tampaknya semakin mudah dicapai dan dapat diuji pada paruh pertama tahun ini,” tambahnya.(DH)