Biaya MRI menggila, Mark Cuban tuding sistem mahal untungkan asuransi
Rabu, 14 Januari 2026

JAKARTA - Miliarder AS Mark Cuban kembali melontarkan kritik keras terhadap mahalnya biaya layanan kesehatan di Amerika Serikat. Kali ini, ia menyoroti praktik pembayaran perusahaan asuransi yang dinilainya tidak rasional, khususnya dalam kasus pemeriksaan MRI.
Melalui unggahan di platform X pada Sabtu, Cuban mempertanyakan perbedaan ekstrem tarif MRI yang dibayar asuransi dibandingkan harga di pusat layanan independen.
"Tolong jelaskan kenapa perusahaan asuransi rela membayar $2.500 untuk MRI, sementara di pusat MRI di seberang jalan biayanya cuma $350,” tulis Cuban.
[[ MRI adalah singkatan dari Magnetic Resonance Imaging. Dalam bahasa sederhana: MRI adalah pemeriksaan medis yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh, seperti otak, tulang belakang, sendi, atau organ dalam. ]]
Mengutip benzinga, pernyataan itu muncul di tengah diskusi panjang Cuban mengenai dominasi perusahaan asuransi besar dan pharmacy benefit managers (PBM) dalam sistem kesehatan AS. Ia menilai struktur industri yang saling terafiliasi membuat biaya kesehatan terus membengkak tanpa kontrol berarti.
“Saya sepenuhnya mendukung reformasi PBM,” tulis Cuban dalam unggahan sebelumnya. “Tetapi sadarilah bahwa PBM terbesar dimiliki oleh perusahaan asuransi terbesar. Mereka TERLALU BESAR UNTUK PEDULI. Pemberi kerja, pasien, negara, rumah sakit, dokter, jika mereka bisa menagih Anda, mereka akan melakukannya.”
Sejumlah pihak membela perusahaan asuransi dengan argumen bahwa penetapan harga berasal dari penyedia layanan kesehatan, sementara asuransi hanya membayar klaim yang diajukan. Namun Cuban menolak pandangan tersebut dan menilai perusahaan asuransi tetap memiliki peran besar dalam membiarkan tarif tinggi terus berlangsung.
“Mereka tidak diwajibkan untuk itu,” tulisnya dalam unggahan lanjutan. “Dan itulah intinya. Mereka menaikkan harga.”
Perdebatan ini memicu respons luas dari publik. Sejumlah pengguna media sosial membagikan pengalaman serupa, di mana biaya MRI melalui asuransi mencapai lebih dari US$1.500, sementara pembayaran tunai di pusat layanan lokal hanya berkisar US$200–US$300.
Sebagai pendiri platform obat berbiaya rendah Cost Plus Drugs, Cuban dikenal vokal menentang praktik perantara dan kurangnya transparansi dalam industri kesehatan. Ia menilai sistem saat ini memberi insentif bagi perusahaan asuransi untuk mempertahankan harga tinggi, alih-alih mengarahkan pasien ke layanan yang lebih efisien dan terjangkau.
Cuban juga secara terbuka mendorong Kongres AS untuk memaksa pemisahan kepemilikan antara perusahaan asuransi dan PBM, serta meningkatkan transparansi demi memperkuat posisi konsumen.
Menurut Cuban, selama perusahaan asuransi bersedia membayar tarif yang jauh lebih mahal meski alternatif murah tersedia, maka mereka bukan hanya bagian dari sistem—melainkan turut memperparah masalah biaya kesehatan di Amerika Serikat.(DH)