Tolak tawaran US$30 per saham, Paramount Skydance gugat Warner Bros

Rabu, 14 Januari 2026

image

JAKARTA - akuisisi Paramount Skydance terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) memasuki fase konfrontatif setelah perusahaan milik David Ellison itu menggugat WBD di Pengadilan Chancery Delaware.

Mengutip variety.com, gugatan tersebut bertujuan memaksa WBD mengungkapkan detail finansial kesepakatan senilai US$83 miliar dengan Netflix yang dinilai krusial bagi pengambilan keputusan pemegang saham.

Langkah hukum ini menyusul penolakan total dewan direksi WBD atas penawaran tunai Paramount sebesar US$30 per saham, yang merupakan proposal kedelapan dari Ellison bersama para pendukungnya, termasuk Larry Ellison. Paramount menilai dewan WBD gagal memenuhi kewajiban pengungkapan, terutama terkait valuasi transaksi Netflix dan dampaknya terhadap nilai pemegang saham.

“WBD gagal menyertakan pengungkapan apa pun tentang bagaimana mereka menilai sisa ekuitas Global Networks, bagaimana mereka menilai keseluruhan transaksi Netflix, bagaimana pengurangan harga pembelian untuk utang bekerja dalam transaksi Netflix, atau bahkan apa dasar dari 'penyesuaian risiko' mereka terhadap penawaran tunai penuh kami sebesar $30 per saham,” tulis Chairman dan CEO Paramount, David Ellison, dalam surat terbuka kepada pemegang saham WBD.

Dalam gugatannya, Paramount menegaskan bahwa tindakan ini bersifat terbatas dan hanya menuntut transparansi informasi material yang dibutuhkan pemegang saham untuk menilai penawaran tender. “Hal ini dilakukan karena saat ini, para pemegang saham WBD sangat membutuhkan informasi penting yang ditahan tersebut agar dapat mengambil keputusan terkait penawaran tender Paramount kepada mereka,” demikian tertulis dalam dokumen gugatan.

Menanggapi gugatan tersebut, Warner Bros. Discovery menyebut langkah Paramount sebagai “meritless” dan menekankan bahwa Paramount “belum menaikkan harga” di atas US$30 per saham. Gugatan ini secara resmi menyeret CEO WBD David Zaslav beserta seluruh anggota dewan sebagai tergugat atas dugaan pelanggaran kewajiban fidusia.

Di sisi lain, Paramount juga mengumumkan akan melancarkan proxy fight menjelang RUPS WBD 2026, termasuk menominasikan calon direksi sendiri dan mengusulkan perubahan anggaran dasar agar setiap pemisahan Global Networks wajib mendapat persetujuan pemegang saham. Jika WBD menggelar rapat khusus untuk menyetujui kesepakatan Netflix, Paramount menyatakan akan menggalang suara penolakan.

Menurut analisis Paramount, struktur kesepakatan Netflix berpotensi membuat saham entitas hasil spin-off Discovery Global tidak bernilai. Dalam perjanjian tersebut, Netflix akan membayar US$27,75 per saham untuk bisnis studio Warner Bros., HBO dan HBO Max, serta divisi gim, setelah spin-off Discovery Global pada kuartal III 2026.

“Kami tidak mengambil tindakan-tindakan ini dengan ringan,” tulis Ellison. “Jangan salah paham, tujuan kami tetap untuk melakukan diskusi konstruktif dengan Dewan Direksi WBD untuk mencapai kesepakatan yang terbaik bagi para pemegang saham WBD.” Ia juga menegaskan bahwa WBD belum pernah merespons penawaran yang diajukan pada 4 Desember lalu.

“WBD telah memberikan alasan-alasan yang semakin baru untuk menghindari transaksi dengan Paramount, tetapi yang tidak pernah mereka katakan, karena memang tidak bisa, adalah bahwa transaksi dengan Netflix secara finansial lebih unggul daripada tawaran kami yang sebenarnya,” tulis Ellison.(DH)