Roszarubezhneft: Aset minyak kami di Venezuela sah milik negara Rusia

Rabu, 14 Januari 2026

image

JAKARTA - Rusia menegaskan kepemilikan penuh atas seluruh aset minyak yang dikembangkan perusahaan negara Rusia di Venezuela. Pernyataan ini disampaikan di tengah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa perusahaan minyak besar AS dan Barat akan berperan dalam memulihkan industri minyak Venezuela.

Mengutip oilprice.com, perusahaan minyak milik negara Rusia, Roszarubezhneft, pada Selasa menyatakan bahwa seluruh asetnya di Venezuela merupakan milik negara Rusia dan diperoleh melalui mekanisme pasar. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas spekulasi mengenai potensi perubahan penguasaan aset energi Venezuela.

“Seluruh aset Roszarubezhneft JSC di Venezuela adalah milik negara Rusia, yang diperoleh oleh pihak Rusia berdasarkan kondisi pasar, sepenuhnya sesuai dengan undang-undang Republik Bolivarian Venezuela, hukum internasional, dan perjanjian antarnegara antara Rusia dan Venezuela,” demikian pernyataan perusahaan yang dikutip kantor berita Rusia, TASS.

Roszarubezhneft dibentuk pada 2020 dan berada di bawah unit Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia. Perusahaan ini mengambil alih aset Rosneft di Venezuela setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap perdagangan minyak Venezuela oleh dua unit Rosneft.

Saat ini, Roszarubezhneft mengelola lima usaha patungan produksi minyak bersama perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA. Perusahaan tersebut juga menyatakan komitmen untuk melanjutkan pengembangan proyek-proyek energi di negara Amerika Latin tersebut.

“Perusahaan akan terus secara ketat menghormati kewajibannya dalam koordinasi erat dengan mitra internasionalnya, dengan fokus pada pengembangan berkelanjutan proyek produksi minyak bersama, infrastruktur, dan respons efektif terhadap tantangan yang muncul,” tambah Roszarubezhneft.

Pernyataan Rusia ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik terkait Venezuela. Sejak awal tahun, Amerika Serikat dilaporkan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membawanya ke New York untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba. AS juga menyita sebuah kapal tanker berbendera Rusia di Atlantik Utara setelah pengejaran yang dimulai di dekat perairan Venezuela pada akhir Desember.

Hingga kini, Presiden Rusia Vladimir Putin belum memberikan komentar publik atas penangkapan Maduro. Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia secara terbuka mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk segera membebaskan Maduro dan istrinya.(DH)