Venezuela tantang penjualan paksa Citgo dalam sengketa lawan Elliott

Rabu, 14 Januari 2026

image

JAKARTA – Pemerintah Venezuela mengajukan banding ke pengadilan Amerika Serikat untuk membatalkan perintah penjualan Citgo Petroleum, aset luar negeri terpenting milik negara tersebut.

Gugatan ini ditujukan terhadap proses hukum yang memungkinkan pengambilalihan Citgo oleh kreditur internasional, termasuk afiliasi Elliott Investment Management, firma investasi asal AS yang didirikan dan dikendalikan oleh miliarder Paul Singer.

Elliott dikenal luas sebagai hedge fund agresif yang kerap menuntut negara atau perusahaan yang gagal bayar utang. Dalam kasus Venezuela, Elliott menjadi salah satu kreditur utama yang menuntut kompensasi atas utang dan aset yang disita pemerintah Venezuela pada era sebelumnya.

Perkara ini berawal dari gagal bayar utang Venezuela serta sengketa pengambilalihan aset perusahaan asing oleh negara tersebut. Para kreditur kemudian menggugat Venezuela di pengadilan AS dan memperoleh hak untuk mengeksekusi aset luar negeri Venezuela, termasuk Citgo, yang beroperasi di Amerika Serikat melalui perusahaan induknya, PDV Holding.

Mengutip Reuters, hakim Delaware Leonard Stark menyetujui penjualan saham PDV Holding melalui proses lelang untuk membayar klaim kreditur yang nilainya mencapai US$19 miliar. Dalam lelang tersebut, Amber Energy, perusahaan yang berafiliasi dengan Elliott Investment Management, memenangkan tawaran senilai US$5,9 miliar.

Keputusan ini ditentang oleh pihak-pihak yang mewakili Venezuela, termasuk perusahaan minyak negara PDVSA, PDV Holding, dan Citgo Petroleum, serta oleh sejumlah penawar pesaing. Mereka mengajukan banding ke Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Ketiga, yang hingga kini belum mengeluarkan putusan.

Proses penjualan masih tertahan karena menunggu persetujuan Departemen Keuangan AS. Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) sebelumnya diperkirakan akan menyampaikan pandangannya kepada pengadilan banding, namun hingga kini belum ada keputusan resmi.

Departemen Keuangan AS menyatakan tetap mendukung kebijakan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela. Seorang juru bicara menegaskan bahwa pemerintah AS “sepenuhnya berkomitmen mendukung langkah Presiden demi kepentingan rakyat Venezuela.”

Di tengah upaya Washington menyusun paket besar untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela, nasib Citgo masih belum pasti. Ketidakpastian ini diperumit oleh meningkatnya aktivitas lobi dari berbagai pihak yang berkepentingan terhadap hasil akhir lelang.

Sebelumnya, Venezuela juga sempat mengajukan permohonan untuk mendiskualifikasi tawaran Amber Energy dengan alasan dugaan konflik kepentingan, namun permohonan tersebut ditolak oleh pengadilan Delaware.

Dewan pengawas Citgo menilai proses lelang tidak berjalan netral karena dipengaruhi konflik kepentingan serta kesalahan hukum yang berdampak pada penurunan nilai perusahaan. Dewan menyatakan akan terus menempuh langkah hukum untuk mempertahankan dan melindungi Citgo. (DH)

  1. Lelang forensik dua tahun:Pengadilan Delaware menyelenggarakan lelang untuk menjual saham PDV Holding (induk Citgo) guna membayar klaim kreditur.
  2. Elliott Investment Management - Amber Energy unggul:Sebuah afiliasi hedge fund Elliott Investment Management, yaitu Amber Energy, memenangkan lelang dengan tawaran US$5,9 miliar untuk mengambil alih kendali PDV Holding.
  3. Persetujuan hakim:Hakim Delaware, Leonard Stark, mengesahkan tawaran US$5,9 miliar dari Amber Energy sebagai pemenang dan memerintahkan penjualan saham Citgo.
  4. Upaya hukum menentang proses lelang:Venezuela dan penawar pesaing, termasuk Gold Reserve, mengajukan keberatan terhadap proses lelang dan mencoba mendiskualifikasi pejabat pengadilan serta penasihat yang terlibat. Namun, upaya tersebut ditolak pengadilan.
  5. Banding terhadap putusan penjualan:Pihak Venezuela bersama Gold Reserve kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Banding AS (Third Circuit) untuk membatalkan perintah penjualan saham PDV Holding kepada Amber Energy.
  6. Pengawasan regulator AS tertunda:Penjualan Citgo masih belum final karena menunggu persetujuan regulator AS, termasuk OFAC / Departemen Keuangan AS, untuk menerima transfer saham tersebut. (DH)