Tiongkok catat surplus perdagangan US$1,19 triliun
Rabu, 14 Januari 2026
JAKARTA – Tiongkok mencatakan surplus perdagangan US$1,19 triliun sepanjang tahun 2025, naik 20% dari tahun 2024, di tengah langkah Donald J. Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) menaikkan tarif resiprokal dari Tiongkok.
Mengutip The New York Times pada Rabu (14/1), capaian surplus perdagangan Tiongkok itu tercatat sebagai yang terbesar di dunia sepanjang sejarah, bahkan masih tetap lebih tinggi setelah ada penyesuaian dengan laju inflasi.
Dari data otoritas perdagangan Tiongkok, capaian surplus dagang Tiongkok telah mencapai US$1 triliun sejak November 2025 dan terus meningkat pada Desember 2025. Peningkatan surplus dagang didorong lonjakan ekspor ke Uni Eropa (UE), Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara.
Surplus perdagannga Tiongkok terjadi di saat AS berupaya membendung impor produk Tiongkok dengan mengumumkan kenaikan tarif impor pada April 2025. Kebijakan tarif resiprokal itu sempat mengkoreksi surplus perdagangan Tiongkok, namun kalangan industri di Tiongkok meningkatkan dan memperluas penjualan ke sejumlah negara lain.
Pemerintah Tiongkok menyiasati kenaikan tarif resiprokal di AS dengan mengimpor sejumlah komoditi ke AS melalui negara mitra dagagang AS di Asia Tenggara dan kawasan lain.
Sementara itu, The Straits Times menuliskan bahwa ekspor Tiongkok terkerek 6,6% secara tahunan pada Desember 2025, lebih tinggi dari ekspor pada November 2025 yang naik 5,9%.
Para analis ekonomi Tiongkok menyebutkan bahwa Tiongkok akan memperluas jangkauan pasarnya secara global. Langkah itu akan diikuti dengan bantuan perusahaan Tiongkok yang akan mendirikan pusat produksi di luar negeri yang memiliki hubungan ekspor ke AS dan UE. (LK)