Starlink gratis di Iran, Musk buka akses saat 1.800 demonstran tewas
Rabu, 14 Januari 2026

JAKARTA – SpaceX milik Elon Musk secara resmi menggratiskan layanan internet satelit Starlink bagi pengguna di Iran, sebuah langkah strategis untuk menembus pemadaman internet total yang diberlakukan rezim saat menumpas protes anti-pemerintah secara brutal.
Kebijakan ini memastikan bahwa puluhan ribu terminal satelit yang tersebar di negara tersebut dapat beroperasi tanpa hambatan biaya, memberikan jalur komunikasi vital bagi aktivis dan warga sipil di tengah isolasi digital yang dirancang pemerintah untuk menutupi skala kekerasan yang terjadi.
Dikutip dari CNN (13/1/2026), Ahmad Ahmadian, Direktur Eksekutif Holistic Resilience, mengonfirmasi bahwa akun-akun Starlink yang sebelumnya tidak aktif kini telah terhubung kembali dan biaya berlangganannya dihapuskan mulai Selasa.
Ia menjelaskan bahwa sistem kini beroperasi dengan metode "plug and connect", di mana pengguna cukup menempatkan terminal di lokasi dengan pandangan langit yang jelas untuk mendapatkan sinyal.
Langkah ini menyusul pembicaraan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Elon Musk awal pekan ini, di mana Trump menyerukan dukungan bagi para pengunjuk rasa dan menegaskan bahwa segala opsi, termasuk tindakan militer, tetap tersedia, meskipun pihak Gedung Putih maupun SpaceX belum memberikan komentar resmi.
Situasi kemanusiaan di lapangan dilaporkan sangat kritis, dengan lebih dari 1.800 pengunjuk rasa tewas dalam salah satu pemadaman digital terbesar yang pernah dilakukan rezim.
Mahsa Alimardani, spesialis teknologi di organisasi HAM Witness, menyebut sekitar 50.000 unit penerima Starlink di Iran kini menjadi "jendela kecil" satu-satunya untuk mengirimkan bukti kekejaman ke dunia luar.
Namun, risiko penggunaan alat ini sangat tinggi karena otoritas Iran menggunakan teknologi pengacau sinyal (jamming) tingkat militer serupa taktik Rusia di Ukraina dan mengkriminalisasi penggunaan Starlink dengan ancaman hukuman mati, sementara dukungan pendanaan AS untuk alat anti-sensor konvensional justru mengalami pemangkasan di bawah administrasi saat ini. (SF)