Saham terkerek 5,53% sejak Posco kendalikan SGRO
Rabu, 14 Januari 2026

JAKARTA – Saham PT Sampoerna Agro/Prime Agri Resources Tbk (SGRO) melandai sehari setelah pengumuman perubahan nama dan logo perusahaan, kemarin (13/1). Namun, sahamnya terkerek 5,53% sejak Posco International Corporation masuk pada 19 November 2025.
Dalam pantauan pada penutupan sesi II pukul 16.00 WIB, Rabu (14/1), saham emiten ini terkoreksi 1,29% atau Rp100 menjadi Rp7.625 per lembar. Harga saham emiten ini dibuka di level Rp7.675 per saham, sempat menyentuh level tinggi Rp7.700 dan terendah Rp7.625 per lembar.
Dalam sepekan terakhir saham emiten ini melandai 0,97% atau Rp75 dan sebulan terkerek 1,33% atau Rp100 per lembar.
Kemarin (13/1), Eris Ariaman, Sekretaris Perusahaan SGRO mengumumkan perubahan nama dan logos perusahaan. “Perubahan logo tidak menimbulkan dampak material terhadap operasional, aspek hukum, dan kondisi keuangan perusahaan,” katanya.
Keputusan penyesuaian nama dan logo perusahaan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), kemarin (13/1). Pemegang saham yang menyetujui mewakili 1,37 miliar lembar atau 98,416% dari total saham yang hadir dalam rapat.
Pada 19 November 2025, Agpa Pte Ltd, anak usaha Posco International Corporation mengakuisisi 65,721% saham SGRO dari Twinwood Family Holdings Limited. Harga saham SGRO pada penutupan transaksi sesi II waktu itu tercatat naik Rp1.200 menjadi Rp7.225 per lembar. Volume saham diperdagangkan 26,08 juta dalam 5.921 kali senilai Rp183,90 mililar. (LK)