China timbun minyak, impor 2025 tertinggi sepanjang sejarah
Kamis, 15 Januari 2026

JAKARTA - Impor minyak mentah China mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025, menegaskan bahwa permintaan energi negara tersebut masih solid di tengah narasi global soal transisi energi.
Data resmi yang dikutip Reuters menunjukkan, impor minyak China mencapai 11,55 juta barel per hari atau setara 557,73 juta ton, naik 4,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Mengutip oilprice.com, sepanjang Desember, China membukukan rekor impor bulanan dengan rata-rata 13,18 juta barel per hari atau total 55,97 juta ton.
Capaian ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa permintaan minyak China tengah mengalami penurunan struktural akibat meningkatnya elektrifikasi sektor transportasi.
Meski demikian, tidak seluruh impor tersebut langsung diserap oleh konsumsi domestik. Sebagian minyak mentah dialokasikan untuk cadangan, baik strategis maupun komersial. Peningkatan pembelian China ini turut menopang harga minyak global, di tengah kenaikan produksi OPEC+ serta kekhawatiran pasar atas perlambatan pertumbuhan permintaan minyak dunia yang dipicu kebijakan perdagangan dan tarif Amerika Serikat yang tidak konsisten.
Sejak Maret 2025, laju penimbunan cadangan China meningkat tajam. “Kami mulai melihat laju penimbunan yang sangat mengesankan, mendekati satu juta barel per hari,” ujar Frederic Lasserre, Kepala Riset dan Analisis Global di Gunvor, pada September lalu.
Menurut Lasserre, China diperkirakan akan terus menambah cadangan minyak mentah hingga setidaknya 2026. Saat ini, tingkat pengisian cadangan baru sekitar 60%, yang menunjukkan masih adanya ruang besar untuk penambahan persediaan.
Sejalan dengan strategi tersebut, China juga mempercepat pembangunan infrastruktur penyimpanan minyak. Sepanjang 2025–2026, sebanyak 11 fasilitas penyimpanan baru dijadwalkan beroperasi dengan total kapasitas sekitar 169 juta barel. Kapasitas ini setara dengan kebutuhan impor minyak mentah China selama dua minggu.
Sebagai perbandingan, tambahan kapasitas penyimpanan minyak China pada periode 2020–2024 tercatat berada di kisaran 180 hingga 190 juta barel, berdasarkan data Vortexa dan Kpler.(DH)