Saat saham disuspensi, UBO tambah saham di NSSS
Kamis, 15 Januari 2026

JAKARTA – Pihak penerima manfaat akhir PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) menambah porsi sahamnya dalam transaksi yang berlangsung kemarin (13/1). Harga transaksi sekira 54,4%, lebih rendah dari harga saham sehari sebelum saham emiten ini disuspensi.
Dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (15/1), PT Samuel International (SI) membeli 165 juta saham dengan harga Rp570 per saham. Dengan transaksi itu porsi sahamnya naik menjadi 2,02 miliar atau 8,50% dari sebelumnya 1,85 miliar atau 7,80% dari saham NSSS tercatat.
Tujuan transaksi itu disebutkan sebagai pinjam memimjam saham.
Penambahan saham itu berlangsung saat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspense saham NSSS di pasar regular dan pasar tunai sejak (9/1). Pada (8/1), saham emiten ini ditutup menguat Rp220 per saham menjadi Rp1.250 per lembar. Volume perdagangan sebanyak 61,92 juta dalam 6.204 kali senilai Rp75,97 miliar.
Dalam sebulan saham NSSS terkerek 78,57% atau Rp550 per saham dan dalam enam sebulan melejit 263,37% atau Rp906 per saham.
Per Desember 2025, jumlah saham NSSS tercatat 23,80 miliar dengan kepemilikan saham Pengendali 39,157% dan Nonpengendali 60,843%. Ultimate Beneficial Owner (UBO) yakni PT Samuel International dan pengendali NSSS yakni PT Samuel Tumbuh dengan porsi 39,157%. (LK)