Perusahaan pelayaran berebut ekspor minyak Venezuela ke AS

Kamis, 15 Januari 2026

image

JAKARTA - Perusahaan pelayaran dan pedagang minyak tengah bersaing memperluas kapasitas tanker untuk memindahkan minyak Venezuela setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negara itu bisa menyerahkan “hingga 50 juta barel minyak mentah ke Amerika Serikat.”

Sumber mengatakan, Trafigura bahkan sudah memberi tahu pejabat AS bahwa kapal pertamanya bisa memuat dalam beberapa hari. mengutip oilprice.com

Namun, mengutip oilprice.com, tantangan logistik cukup besar. Sanksi bertahun-tahun telah meninggalkan minyak Venezuela tersimpan di tanker tua yang kurang terawat dan tangki darat yang hampir penuh. Banyak kapal tidak bisa diakses langsung karena keterbatasan asuransi dan tanggung jawab hukum, bahkan dengan lisensi AS.

Fasilitas penyimpanan di darat juga rusak, meningkatkan risiko keselamatan.

Beberapa perusahaan pelayaran, termasuk Maersk Tankers dan American Eagle Tankers, meninjau cara memperluas operasi transfer kapal-ke-kapal di lepas pantai Venezuela. Sumber menyebut salah satu opsi adalah meniru logistik sebelumnya di Teluk Amuay, tetapi operasi ini menghadapi kendala seperti keterbatasan kapal pengumpan kecil, persaingan untuk slot muat, dan peralatan pelabuhan yang kurang terawat.

Transfer melalui perairan dekat seperti Aruba dan Curaçao tetap memungkinkan tetapi biayanya lebih tinggi. AET, yang mendukung ekspor Chevron, telah didekati calon klien yang ingin memperluas kapasitas transfer. Maersk Tankers, AET, dan Chevron “tidak segera menanggapi permintaan komentar.”

Sumber memperingatkan meski ekspor bisa mendekati sekitar 500.000 barel per hari sebelum sanksi, pengurasan inventaris yang menumpuk bisa memakan waktu tiga hingga empat bulan dan bergantung pada penyelesaian hambatan di terminal Jose. Perusahaan minyak juga memasok naphtha dari AS untuk dicampur dengan minyak berat Venezuela agar minyak dapat diangkut serta siap diolah di kilang. ( DH)