Utang Luar Negeri US$423,8 miliar, terkerek 0,2% dari tahun lalu

Kamis, 15 Januari 2026

image

JAKARTA – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per November 2025, terkerek 0,2% dari periode serupa tahun 2024. ULN terdiri atas utang pemerintah, bank sentral, serta utang swasta.

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyampaikan bahwa ULN Indonesia mencapai US$423,8 miliar, lebih rendah dibandingkan pada Oktober 2025 sebesar US$424,9 miliar.

“Secara tahunan ULN naik 0,2%, melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya 0,5% secara tahunan,” katanya dalam siaran pers dikutip Kamis (15/1).

ULN Indonesia berasal dari utang pemerintah sebesar US$209,8 miliar, lebih rendah dari Oktober 2025 sebesar US$210,5 miliar, utang bank sentral US$22,81 miliar, sementara utang swasta tercatat US$191,2 miliar.

Pada November 2024, ULN Indonesia tercatat US$423,16 miliar, yang mana utang pemerintah US$203,01 miliar, utang bank sentral US$26,46 miliar, dan utang swasta US$193,69 miliar.

Dia menyampaikan bahwa rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestk Bruto (PDB) turun menjadi 29,3% dari Oktober 2025 dikisaran 29,4% terhadap PDB. “Dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 86,1% dari total ULN,” katanya. (LK)