Asing borong saham LQ45 meski rupiah dekati Rp17.000 per dolar AS
Kamis, 15 Januari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi pertama Kamis (15/1) hari ini, dengan kenaikan 14,25 poin atau 0,16% ke level 9.046,83.
Kenaikan indeks terjadi di tengah pergerakan nilai tukar rupiah, yang terus melemah terhadap dolar AS hingga mendekati level Rp17.000.
Transaksi di pasar saham mencapai Rp16,37 triliun, melibatkan perdagangan 24,83 miliar lembar saham. Sebanyak 351 saham mencatat kenaikan harga, 327 saham melemah, dan 122 saham stagnan.
Penguatan juga terjadi pada indeks LQ45 sebesar 0,57%, IDX30 menguat 0,63%, dan IDXHIDIV20 naik 0,78%.
Transaksi investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp449 miliar pada sesi pertama. Sementara berdasarkan volume, saham-saham yang paling banyak mencatat net buy asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), serta PT Buana Lintas Lautan Tbk (BUVA).
Di sisi lain, saham-saham yang mencatat volume penjualan bersih atau net sell terbesar dari investor asing adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), diikuti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), serta PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL).
Berikut ini daftar 5 saham dengan net foreign buy dan net foreign sell terbesar pada perdagangan sesi pertama:
Top 5 Net Foreign Buy
Top 5 Net Foreign Sell
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah 0,14% atau 23 poin ke level Rp16.888 per dolar AS hingga pukul 14.00 WIB hari ini. Pelemahan rupiah sejak awal tahun ini pun mencapai 1,24% atau 208 poin, mendekati level terendah dalam setahun sejak AS mengeluarkan kebijakan tarif resiprokal April 2025 lalu. (KR)