Blokade Trump pangkas impor minyak China dari Venezuela hingga 75%

Kamis, 15 Januari 2026

image

JAKARTA - Impor minyak China dari Venezuela diperkirakan merosot tajam setelah blokade Amerika Serikat membatasi keberangkatan kapal tanker dari negara OPEC tersebut.

Kebijakan yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump sejak Desember itu mengganggu arus pengiriman minyak ke pembeli utama Venezuela.

Mengutip reuters.com, penurunan pengapalan terjadi setelah AS menyita sejumlah kapal yang terkait dengan ekspor minyak Venezuela, memaksa pemilik kapal memutar balik atau menahan pengiriman demi menghindari risiko penyitaan. Langkah ini secara efektif memperketat kendali AS atas aliran ekspor minyak Venezuela ke pasar global.

Data pelacakan menunjukkan hanya beberapa kapal yang masih melanjutkan pelayaran ke Asia. Sekitar 5 juta barel minyak mentah dan bahan bakar minyak diperkirakan tiba di China pada akhir Februari, setara sekitar 166.000 barel per hari jauh di bawah rata-rata ekspor Venezuela ke China pada 2025 yang mencapai 642.000 barel per hari.

Meski pasokan baru menyusut, China dinilai relatif aman dalam jangka pendek karena telah menimbun minyak Venezuela pada akhir tahun lalu. Puluhan juta barel minyak masih dalam perjalanan, sehingga kilang-kilang China belum terburu-buru mencari sumber alternatif.

Namun, dampak blokade diperkirakan paling terasa bagi kilang independen China atau teapots, yang selama ini menjadi pembeli utama minyak Venezuela.

Untuk jangka menengah, para pedagang memperkirakan kilang-kilang tersebut akan mulai mengalihkan pasokan ke minyak mentah alternatif, termasuk dari Kanada, seiring meningkatnya ketidakpastian pasokan dari Venezuela.(DH)