PPRE berencana melepas 108 juta saham treasuri
Kamis, 15 Januari 2026

JAKARTA - PT PP Presisi Tbk (PPRE) berencana melepas sebanyak 108.058.700 saham treasuri atau saham hasil pembelian kembali (buyback).
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/1) perseroan telah menunjuk PT BNI Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan memfasilitasi penjualan saham treasuri tersebut di BEI.
Proses pelepasan saham akan dimulai lima hari kerja setelah tanggal keterbukaan informasi, yakni pada periode 22 Januari 2026 hingga 30 Juli 2026.
Aksi korporasi ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka, dengan tetap memperhatikan seluruh persyaratan yang diatur dalam regulasi tersebut.
Sebagai informasi, PPRE menutup tahun 2025 dengan tiga tambahan kontrak baru bernilai total Rp1,2 triliun.
Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah, menyatakan bahwa capaian tersebut menegaskan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus memperkuat portofolio proyek di sektor pertambangan dan konstruksi.
"Perolehan tiga kontrak baru menjelang akhir tahun menjadi bukti kepercayaan yang terus terjaga dari para pemilik proyek," ujar Rizki, dalam keterangan tertulis, Senin (29/12) lalu.
Dari sisi kinerja saham, pada perdagangan sesi dua hari ini, Kamis (15/1), hingga pukul 13.55 WIB, harga saham PPRE terkoreksi 12 poin atau 5,17% ke level Rp220.
Namun, dalam lima hari terakhir saham PPRE naik 24,29% dan melesat hingga 40,13% dalam sebulan terakhir. (DK)