IHSG cetak rekor lagi, rupiah justru merosot jelang RDG BI

Kamis, 15 Januari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi baru di Rp9.075,41 pada perdagangan terakhir pekan ini, ditutup dengan penguatan 0,47% atau 42,82 poin.

Kenaikan tuurt mendorong kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai Rp16.512 triliun, bertambah Rp663 triliun dari posisi akhir tahun lalu.

Total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp28,08 triliun pada perdagangan hari ini, yang melibatkan perdagangan 46,97 miliar lembar saham.

Analis Phintraco Sekuritas mencatat saham-saham dari sektor  cyclical menjadi penopang kenaikan IHSG. “Sedangkan saham sektor industrial mencatatkan koreksi terbesar,” jelas analis Phintraco, dalam catatan riset yang disampaikan usai penutupan perdagangan.

Namun di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga penutupan perdagangan. Data Bloomberg mencatat rupiah kini diperdagangkan di harga Rp16.896 per dolar AS, turun 31 poin atau 0,18% dari Rabu kemarin.

Sedangkan menurut data Intercontinental Exchange (ICE), rupiah berada di level Rp16.865 per dolar AS.

Analis Phintraco menyebut fokus pelaku pasar pada pekan depan akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), yang akan mengumumkan kebijakan moneter pertama untuk 2026.

Menurut data IDNFinancials.com, BI telah memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebanyak lima kali pada 2025. Total pemangkasan BI Rate mencapai 125 basis points (bps) dan terakhir kalinya berada di level 4,75%.

“Diperkirakan BI masih akan mempertahankan BI Rate tetap pada level 4.75% karena rupiah yang masih lemah,” jelas analis Phintraco.

Dalam RDG terakhir yang digelar Desember 2025, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan fokus bank sentral saat ini menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, kata Perry, keputusan BI Rate tetap bertahan di level terendah tiga tahun itu juga demi menarik lebih banyak modal asing masuk Indonesia. (KR)