Internet padam, Prancis pertimbangkan kirim terminal Eutelsat ke Iran

Jumat, 16 Januari 2026

image

PARIS -- Prancis tengah mengkaji kemungkinan mengirimkan terminal satelit Eutelsat ETL.PA ke Iran untuk membantu warga sipil, setelah otoritas Iran memberlakukan pemadaman layanan internet guna meredam gelombang kerusuhan domestik paling brutal dalam beberapa dekade terakhir.

“Kami sedang mengeksplorasi semua opsi, dan opsi yang Anda sebutkan termasuk di antaranya,” ujar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Rabu di majelis rendah parlemen, menanggapi pertanyaan seorang anggota parlemen mengenai kemungkinan pengiriman perangkat Eutelsat ke Iran, seperti dikutip Reuters, Kamis (15/1).

Didukung oleh pemerintah Prancis dan Inggris, Eutelsat memiliki OneWeb, satu-satunya konstelasi satelit orbit rendah Bumi (low Earth orbit/LEO) selain Starlink milik Elon Musk.

Satelit-satelit tersebut digunakan untuk memancarkan layanan internet dari luar angkasa, menyediakan konektivitas broadband bagi bisnis, pemerintah, dan konsumen di wilayah yang minim akses layanan.

Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Iran melancarkan penindakan keras yang mematikan, yang dilaporkan telah menewaskan ribuan orang dalam aksi protes menentang pemerintahan ulama, sekaligus memberlakukan penutupan hampir total terhadap layanan internet.

Meski demikian, sejumlah warga Iran masih berhasil terhubung ke layanan internet satelit Starlink, menurut keterangan tiga sumber di dalam negeri.

Namun, layanan Starlink pun tampak mengalami penurunan, kata Alp Toker, pendiri kelompok pemantau internet NetBlocks, awal pekan ini.

Eutelsat menolak memberikan komentar kepada Reuters ketika dimintai tanggapan mengenai pernyataan Barrot maupun aktivitas perusahaan tersebut di Iran.

Dengan lebih dari 9.000 satelit, Starlink mampu menawarkan kecepatan lebih tinggi dibandingkan armada Eutelsat yang berjumlah sekitar 600 satelit. Terminal Starlink yang menghubungkan pengguna ke jaringan juga dinilai lebih murah dan lebih mudah dipasang. (YS)