Indonesia bentuk BUMN tekstil, butuh US$6 miliar dari Danantara
Minggu, 18 Januari 2026

JAKARTA – Pemerintah Indonesia berencana menghidupkan lagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang tekstil, dalam rangka menghadapi tantangan eksternal hingga domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan rencana itu sesuai hasil diskusi dan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Hambalang akhir pekan lalu.
Menurut Airlangga, Indonesia telah memetakan ulang roadmap industri yang berpotensi mengadapi dampak terbesar dari kebijakan tarif dagang. Beberapa di antaranya termasuk industri tekstil, produk tekstil, sepatu, garmen, dan elektronik.
Khusus untuk industri tekstil dan produk tekstil, kata Airlangga, Indonesia memiliki kelemahan value chain. Terutama dalam produksi benang, kain, dyeing, printing dan finishing.
“Harus kita dorong untuk dibangkitkan kembali dan bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali,” jelas Airlangga, dalam konferensi pers Kamis kemarin.
Namun untuk membangkitkan kembali BUMN tekstil, imbuh Airlangga, Indonesia akan membutuhkan investasi US$6 miliar atau sekitar Rp101,4 triliun (asumsi kurs Rp16.900 per dolar).
“Nanti akan disiapkan oleh Danantara,” ungkap Rosan, merujuk pada Badan Pengelola Investasi (BPI Danantara).
Sementara itu CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan danantara terbuka untuk berbagai investasi yang mendukung penciptaan lapangam kerja, meski potensi imbal hasilnya di bawah rata-rata.
“Kita terbuka untuk menerima misalnya investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi. Mungkin tekstil kan salah satu yang dari segi lapangan pekerjaan itu sangat besar,” jelas Rosan, usai merilis data realisasi investasi 2025 pada Kamis.
Meskipun demikian, belum ada rincian mengenai bentuk dari BUMN baru di bidang tekstil itu. Namun Airlangga menegaskan bahwa rencana ini adalah pembentukan entitas baru, bukan menghidupkan lagi entitas lama yang sudah tak beroperasi.
Sebagai catatan Indonesia sebelumnya telah memiliki BUMN yang bergerak di industri tekstil dengan nama PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dan PT Primissima(Persero).
Namun Industri Sandang Nusantara telah dinyatakan pailit atau bangkrut pada 2024. Sementara Primissima mengalami kerugian bertahun-tahun dan telah berhenti beroperasi sejak 2020. (KR)