Mark Carney kirim sinyal ke Trump, Kanada mulai menghangat ke China

Minggu, 18 Januari 2026

image

JAKARTA -  Perdana Menteri Kanada Mark Carney melakukan pergeseran signifikan kebijakan Kanada terhadap China, yang sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian hubungan dengan Amerika Serikat, mitra dagang terbesar Kanada.

Seperti dikutip dari BBC (Sabtu (17/1), pendekatan baru Mark Carney terhadap kebijakan luar negeri Kanada barangkali bisa dirangkum dalam satu kalimatnya:

“Kita menerima dunia apa adanya, bukan seperti yang kita inginkan.”

Pernyataan itu ia sampaikan ketika ditanya soal kesepakatan yang dicapai Kanada dengan China pada Jumat lalu, meskipun terdapat kekhawatiran atas catatan hak asasi manusia China dan hampir setahun setelah Carney menyebut China sebagai ancaman keamanan terbesar bagi Kanada.

Kesepakatan tersebut akan membuat Kanada melonggarkan tarif atas kendaraan listrik (EV) asal China, yang sebelumnya diberlakukan bersama Amerika Serikat pada 2024. Sebagai gantinya, China akan menurunkan tarif balasan terhadap sejumlah produk pertanian utama Kanada.

Para ahli mengatakan kepada BBC bahwa langkah ini menandai pergeseran signifikan kebijakan Kanada terhadap China, yang sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian hubungan dengan.

“Perdana menteri pada dasarnya mengatakan bahwa Kanada juga punya kedaulatan dalam menentukan arah, dan tidak akan hanya duduk diam menunggu Amerika,”ujar Eric Miller, penasihat perdagangan berbasis di Washington DC sekaligus Presiden Rideau Potomac Strategy Group.

Carney mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa dunia telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, dan kemajuan hubungan dengan China menempatkan Kanada pada posisi yang baik dalam tatanan dunia baru.

Ia menambahkan bahwa hubungan Kanada dengan China kini justru lebih dapat diprediksi dibandingkan hubungan dengan AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dalam unggahan media sosialnya, Carney menulis bahwa Kanada sedang“mengkalibrasi ulang hubungannya dengan China secara strategis, pragmatis, dan tegas.

Reaksi Dalam Negeri

Di Kanada, reaksi terhadap kesepakatan ini muncul dengan cepat.

Sebagian pihak, seperti Perdana Menteri Provinsi Saskatchewan Scott Moe, menyambutnya sebagai kabar yang sangat baik.

Para petani di wilayahnya terdampak berat oleh tarif balasan China atas minyak kanola Kanada, dan kesepakatan ini dinilai akan memberikan kelegaan yang sangat dibutuhkan.

Namun, Perdana Menteri Ontario Doug Ford, yang wilayahnya merupakan pusat industri otomotif Kanada, justru mengkritik keras kesepakatan tersebut. Ia menilai penghapusan tarif EV China akan merugikan ekonomi dan menyebabkan hilangnya lapangan kerja.

Dalam unggahan di X, Ford menyatakan bahwa pemerintah Carney sedang mengundang banjir kendaraan listrik murah buatan China tanpa jaminan investasi yang setara atau langsung bagi ekonomi Kanada.

Beberapa pakar juga menyebut ketentuan EV dalam kesepakatan ini akan membantu China menembus pasar otomotif Kanada.

"Dengan tarif EV yang lebih rendah, sekitar 10% penjualan kendaraan listrik di Kanada diperkirakan akan berasal dari produsen China," kata Vivek Astvansh, Profesor Bisnis di McGill University, Montreal.

Lonjakan ini berpotensi menekan produsen EV berbasis AS seperti Tesla yang tengah berupaya memperbesar pangsa pasar mereka di Kanada.

“Carney telah memberi sinyal kepada pemerintahan Trump bahwa Kanada mulai menghangat ke arah China,”tambah Astvansh.

Respons dari Gedung Putih pun beragam. Dalam wawancara dengan CNBC, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebut kesepakatan itu bermasalah dan memperingatkan Kanada bisa menyesalinya.

Namun Presiden Donald Trump justru menyambutnya sebagai hal yang baik. “Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, lakukan saja,” katanya kepada wartawan di luar Gedung Putih.

Sejak kembali menjabat untuk kedua kalinya tahun lalu, Trump telah memberlakukan tarif terhadap sektor Kanada seperti logam dan otomotif, memicu ketidakpastian ekonomi. Ia juga mengancam akan membatalkan perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (USMCA), menyebutnya tidak relevan.

Perjanjian tersebut kini sedang dalam peninjauan wajib, dan Kanada serta Meksiko sama-sama menyatakan ingin mempertahankannya.

"Namun keputusan Kanada membuat kesepakatan besar baru dengan China mencerminkan pengakuan Carney bahwa masa depan perdagangan bebas Amerika Utara tidak lagi pasti," kata Miller kepada BBC.

“Ada kemungkinan nyata bahwa pada 2026 kita tidak memiliki perjanjian dagang yang bermakna dan bisa dijalankan dengan Amerika. Dan Kanada harus siap menghadapi itu.””ujarnya.

Kesepakatan ini menurunkan tarif Kanada atas EV China dari 100% menjadi 6,1% untuk 49.000 unit pertama per tahun, dengan kuota yang bisa naik menjadi 70.000 unit dalam lima tahun.

Sebagai imbalannya, China akan memangkas tarif atas biji kanola Kanada menjadi sekitar 15% mulai 1 Maret, turun dari 84%. Tarif atas bungkil kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong juga akan dihapus setidaknya hingga akhir tahun. China juga berkomitmen menghapus kewajiban visa bagi pengunjung Kanada.

Masuknya EV China diperkirakan akan menurunkan harga bagi konsumen Kanada, meski berpotensi menekan produsen dalam negeri jika tidak diimbangi kebijakan perlindungan industri.

Carney mengatakan China memproduksi kendaraan yang sangat terjangkau dan hemat energi, dan berharap kesepakatan ini akan mendorong investasi China di sektor otomotif Kanada. (YS)