Survei BI: perkiraan realisasi investasi melandai di triwulan I 2026

Senin, 19 Januari 2026

image

JAKARTA – Indikator realisasi investasi diperkirakan melandai di triwulan I 2026 dibandingkan triwulan IV 2025. Namun, indikator perkiraan kegiatan usaha meningkat di periode yang sama tahun ini.

Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang dirilis Senin (19/1), menyebutkan bahwa indikator prakiraan investasi pada triwulan I 2026 atau Saldo Bersih Tertimbang (SBT) di level 6,88%, tetap tumbuh, meski tidak setinggi triwulan IV 2025. Kegiatan investasi berasal dari sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reperasi mobil dan motor, pertanian, kehutanan perikanan, dan pembelian atau perbaikan alat berat.

Di triwulan IV 2025, indikator realisasi investasi (SBT) di level 9,54% lebih tinggi dari triwulan III 2025 di posisi 5,67%. Sektor industri terbesar yang menyumbang investasi yakni, lapangan usaha pertambangan dan penggalian, diikuti industri pengolahan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor, termasuk informasi dan komunikasi.

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI menyampaikan bahwa indikasi kegiatan usaha di triwulan I 2026 naik ke level 12,93%, lebih tinggi dari triwulan IV 2025 di posisi 10,61%. Perkiraan ini kegiatan usaha di triwulan I 2026 lebih tinggi dari periode serupa tahun 2025 di level 7,63%. Sejumlah lapangan usaha yang mendukung peningkatan kegiatan usaha berasal antara lain, pertanian, kehutanan, dan perikanan, termasuk lapangan usaha perdagangan besar dan kecil, transportasi dan pergudangan.

Sementara itu realisasi perkiraan kegiatan usaha di triwulan IV 2025, melandai dari triwulan III 2025 di level 11,55%. Kegiatan usaha yang terindikasi tumbuh antara lain, jasa keuangan, perdagangan besar, eceran, dan reparasi mobil dan motor, industri pengolahan, dan administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.

Aktivitas usaha yang mendukung peningkatan kegiatan itu sejalan kenaikan permintaan domestik menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2026. (LK)