Istana benarkan Thomas Djiwandono ikut seleksi Deputi Gubernur BI
Senin, 19 Januari 2026

JAKARTA - Istana membenarkan Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono ikut dalam proses seleksi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi hal tersebut saat ditanya mengenai adanya kabar bahwa Thomas Djiwandono akan masuk menjadi Deputi Guber BI, seperti diberitakan IDNFinancials, Minggu (18/1)
Dia menjelaskan, proses seleksi dilakukan menyusul pengunduran diri salah satu Deputi Gubernur BI, Juda Agung.
Menurut Prasetyo, sesuai ketentuan yang berlaku, jabatan yang ditinggalkan harus segera diisi melalui mekanisme yang telah diatur.
Namun, ia tidak merinci lebih jauh mengenai alasan pengunduran diri maupun penugasan lanjutan Juda Agung.
“Itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur Bank Indonesia. Kemudian sesuai dengan ketentuan peraturan harus dilakukan proses mengisi jabatan yang ditinggalkan,” ujar Prasetyo saat menemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (19/1).
Prasetyo menambahkan, Presiden telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI untuk memulai tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Dalam Surpres tersebut, terdapat sedikitnya tiga nama calon yang diajukan, meski belum diungkapkan secara detail ke publik.
Ia pun memastikan bahwa Thomas Djiwandono termasuk salah satu nama yang diusulkan dalam proses seleksi tersebut.
“Ada beberapa nama dan salah satu nama yang diusulkan memang Pak Wamenkeu, Pak Tommy,” kata Prasetyo.
Sebelumnya sumber IDNFinancials mengungkapkan bahwa pemerintah dikabarkan akan merotasi salah satu Wakil Menteri Keuangan ke Bank Indonesia dalam waktu dekat. Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono disebut-sebut akan ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
“Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono akan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, semacam magang terlebih dahulu sebelum suatu hari nanti menjadi Gubernur Bank Indonesia,” ujar sumber IDNFinancials.
Menurut sumber tersebut, proses fit and proper test kemungkinan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Itu jika tidak ada perubahan. Karena rotasi ini diperkirakan dilakukan pada Februari,” katanya. (DK)