Emiten BNBR bakal rights issue, saham melesat 66,93% sejak sebulan
Senin, 19 Januari 2026

JAKARTA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akan menerbitkan 90 miliar saham via rights issue setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Februari 2026.
Mengutip prospektus singkat pada Senin (19/1), manajemen emiten ini menyebutkan rencana rights issue guna mengoptimalisasi struktur pendanaan usai akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) oleh PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), anak usaha BNBR. Secara garis besar dananya akan digunakan sebagai modal kerja dan pembayaran kewajiban perusahaan ke kreditur.
Dengan aksi korporasi itu, nantinya BNBR mencatatkan penurunan rasio total pinjaman terhadap total aset dan terhadap total ekuitas. Per September 2025, total liabilitas emiten ini Rp3,03 triliun, total aset Rp7,19 triliun, dan total ekuitas Rp7,19 triliun.
Seperti diketahui, anak usaha BNBR merampungkan akuisisi CCT pada 28 November 2025. Imbas dari aksi korporasi itu dalam sebulan terakhir saham emiten ini melesat 66,93% atau Rp85 menjadi Rp212 per saham dan dalam enam bulan melesat 685,19% atau Rp185 per lembar.
Pada penutupan sesi II pukul 16.WIB, Senin (19/1) saham emiten ini terkoreksi 9,40% atau Rp22 per lembar dan sejak sepekan turun 5,36% atau Rp12 per saham.
Per Desember 2025, jumlah saham emiten ini 173,41 miliar dengan kepemilikan Pengendali 1,28% dan Nonpengendali 98,72%. Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham yakni, Aburizal Bakrie, Nirwan Dermawan Bakrie, dan Indra Usmansjah Bakrie. (LK)