China memanfaatkan jalur Jakarta untuk mengimpor chip Nvidia?
Rabu, 19 November 2025

JAKARTA - Sebuah investigasi oleh media Wall Street Journal mengungkap bagaimana perusahaan AI asal China tetap bisa mengakses chip Nvidia Blackwell meskipun teknologi tersebut dilarang dijual ke China melalui jalur rumit lintas negara yang tetap berada dalam batas hukum AS.
Dikutip indiatimes.com (18/11), sekitar 2.300 chip itu kini dipersiapkan dalam fasilitas tertutup di Jakarta untuk digunakan oleh perusahaan AI China.
Rangkaian transaksi dimulai ketika Nvidia menjual chip kepada Aivres, perusahaan Silicon Valley yang sebagian dimiliki Inspur, perusahaan China yang masuk daftar hitam AS sejak 2023.
Regulasi AS tak melarang Nvidia menjual kepada anak usaha berbasis Amerika seperti Aivres. Perusahaan itu kemudian menjual 32 rak server berisi 72 chip Blackwell kepada Indosat Ooredoo Hutchison senilai 100 juta dolar AS, dengan Shanghai-based INF Tech sebagai pelanggan akhir.
Kasus ini menunjukkan efektivitas sekaligus kelemahan aturan ekspor Washington. CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan tidak ada diskusi aktif penjualan Blackwell ke China dan berkata. “Saat ini, kami tidak berencana untuk mengirim apa pun ke Tiongkok.”
Ia juga mengkritik kebijakan itu karena membuat pangsa pasar Nvidia di China turun dari 95% menjadi nol, menyebut China sebagai pasar bernilai puluhan miliar dolar.
Kekhawatiran muncul di kalangan pejabat keamanan nasional AS karena teknologi komersial yang masuk ke China berpotensi diarahkan ke sektor militer.
Aturan baru era Biden yang menuntut pengawasan lebih ketat terhadap penjualan chip ke negara seperti Indonesia tidak ditegakkan oleh pemerintahan Trump.
INF Tech, yang didirikan Qi Yuan lulusan MIT kelahiran China menegaskan tak terlibat riset militer dan hanya menggunakan komputasi itu untuk aplikasi AI di sektor keuangan dan kesehatan.
Namun kasus Jakarta menunjukkan bagaimana perantara negara ketiga dapat menjadi celah untuk menghindari kontrol ekspor AS yang semakin ketat. (DH)