ARKO sasar Rp173 miliar dari Proyek Kukusan II dan Tomoni di 2026

Selasa, 20 Januari 2026

image

JAKARTA – Emiten energi terbarukan Grup Astra, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menargetkan tambahan pendapatan hingga Rp173 miliar dari dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) yang akan mulai beroperasi tahun ini.

Kedua proyek PLTM tersebut adalah PLTM Kukusan II di Lampung dengan kapasitas 5,4 megawatt (MW) dan PLTM Tomoni di Sulawesi Selatan dengan kapasitas 10 MW.

Memulai konstruksi pada tahun 2022 dan operasi komersial (COD) pada akhir tahun 2025 lalu, PLTM Kukusan II diperkirakan akan menghasilkan pendapatan Rp33 miliar di tahun 2026.

Proyek Kukusan II diproyeksikan akan menghasilkan energi hingga 35.054 MWh. Sebagai catatan, ARKO menggunakan vendor peralatan power house asal Jerman, Voith Hydro, untuk PLTM Kukusan II.

Selain itu, PLTM Tomoni juga merupakan salah satu proyek ARKO yang akan mulai menghasilkan pendapatan pada tahun 2026, dengan target Rp140 miliar.

PLTM Tomoni, yang memiliki estimasi energi hingga 56.940 MWh, mulai dibangun pada tahun 2024, dan ditargetkan siap beroperasi secara komersial pada kuartal kedua tahun 2026.

“Peralatan utama power house untuk Proyek Tomoni diperoleh dari Flovel Energy Private Limited, perusahaan asal India,” tambah manajemen dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia, Senin (19/1).

Dengan COD yang di depan mata, Perseroan juga memastikan bahwa sumber daya manusia (SDM) yang akan bertugas di kedua proyek tersebut telah dilengkapi sertifikasi kompetensi di bidang operasionl terkait.

Sebagai catatan, selain Kukusan II dan Tomoni, ARKO masih memiliki satu proyek baru, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pongbembe di Sulawesi Selatan, yang telah memulai proses konstruksi pada November 2025 lalu.

“Nilai pendanaan yang diperlukan untuk PLTA Pongbembe adalah sekitar US$48,52 juta yang akan dipenuhi melalui kombinasi pendanaan ekuitas Perseroan dan pinjaman berjangka dari lembaga pembiayaan,” jelas manajemen dalam suratnya kepada BEI pada 9 Desember 2025 lalu.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, ARKO mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 61,2% secara tahunan pada akhir September 2025 menjadi Rp247,4 miliar, dengan laba bersih turut naik 17,5% menjadi Rp47,7 miliar.

ARKO merupakan salah satu portofolio Grup Astra di bidang energi terbarukan melalui investasi anak usahanya, PT Energia Prima Nusantara, yang memiliki porsi 26,55% saham ARKO.

Di sisi lain, PT Arkora Bakti Indonesia masih tercatat sebagai pengendali dan penerima manfaat akhir kepemilikan saham ARKO dengan porsi 41,89% saham per Desember 2025. (ZH)