Rupiah di rekor terendah, konsensus yakin BI Rate tetap di 4,75%
Selasa, 20 Januari 2026

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah sejak awal tahun ini, serta menyentuh level terendahnya sepanjang sejarah di Rp16.960/US$ pada perdagangan Senin (19/1) kemarin.
Di pasar offshore NDF (Non-Deliverable Forward) untuk jangka waktu 1 bulan, rupiah telah tembus Rp17.008/US$ sebagaimana disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya.
Menghadapi pelemahan tersebut, konsensus analis yang dihimpun Bloomberg kompak pada pandangan bahwa Bank Indonesia (BI) akan kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%.
Sepanjang 2025, BI telah memangkas suku bunga acuan sebanyak 125 basis points (bps) demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas rupiah.
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Desember 2025 lalu, Gubernur Perry Warjiyo juga menyampaikan fokus utama bank sentral saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah masih tingginya ketidakpastian global,” kata Perry, setelah mengumumkan BI Rate tetap di level terendah sejak 2022.
Keputusan tersebut juga sejalan dengan konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg, dengan 22 ekonom tetap yakin bahwa BI Rate tetap di 4,75%.
Berbanding terbalik dengan kinerja rupiah, pasar saham Indonesia justru terus mencetak rekor tertinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tutup di level 9.133,87 pada perdagangan Senin, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. (KR)