Ketegangan Greenland dorong harga emas dan perak ke rekor tertinggi
Selasa, 20 Januari 2026

JAKARTA - Harga emas dan perak mencatatkan rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (19/1), seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah memanasnya ketegangan geopolitik.
Sentimen pasar dipicu peringatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terkait rencana penerapan tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa yang ikut campur dalam sengketa Greenland.
Harga emas di pasar spot (XAU/US$) melesat 1,61% ke posisi US$4.670,29 per troi ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$4.689,39 per troi ons.
Ancaman Trump yang disampaikan pada Sabtu lalu menyasar beberapa sekutu Eropa, dengan menyatakan tarif akan terus dinaikkan kecuali AS mendapat izin untuk mengambil alih Greenland.
Pernyataan tersebut semakin mempertajam perselisihan antara Washington dan Denmark terkait wilayah Arktik itu.
“Ketika risiko kebijakan dan institusional kembali meningkat, pasar biasanya merespons cepat dengan memindahkan dana ke aset lindung nilai. Emas kembali menjadi pilihan utama,” ujar Analis Pasar Senior XS.com, Linh Tran, seperti dikutip Reuters.
Di saat yang sama, dolar AS melemah seiring kekhawatiran pasar terhadap dampak ancaman tarif terbaru tersebut.
Kondisi ini mendorong penguatan aset safe haven lainnya seperti yen Jepang dan franc Swiss, di tengah meningkatnya sikap risk-off di pasar global.
Secara historis, emas cenderung mencatat kinerja positif dalam situasi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta ketika suku bunga berada di level rendah.
Sepanjang 2025, harga emas telah melonjak lebih dari 64% dan sudah menguat lebih dari 8% sejak awal tahun ini.
Dari sisi kebijakan moneter, Wakil Ketua The Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menyatakan pada Jumat lalu bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS yang rapuh dan berpotensi melemah dengan cepat, membuat bank sentral perlu bersiap memangkas suku bunga kembali jika situasi memburuk.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Januari, namun telah mengantisipasi setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin sepanjang tahun 2026.
Sementara itu, harga perak spot melonjak sekitar 5% ke US$94,41 per troi ons, setelah sebelumnya juga mencetak rekor tertinggi di US$94,61 per troi ons.
Sejak awal tahun, harga perak telah melesat lebih dari 32%.
Analis Citi Research menyatakan pandangan bullish secara terhadap logam mulia. Mereka menargetkan harga emas mencapai US$5.000 per troi ons dan perak US$100 per troi ons dalam tiga bulan ke depan, didukung ketegangan geopolitik global yang diperkirakan masih akan berlanjut.
Di pasar logam mulia lainnya, harga platinum di pasar spot naik 1,5% ke US$2.362,65 per troi ons, sementara palladium menguat 1,1% ke level US$1.819,99 per troi ons. (DK/KR)