Dolar melemah ke level terendah dalam sepekan

Selasa, 20 Januari 2026

image

WASHINGTON - Nilai tukar dolar AS melemah ke posisi terendah dalam sepekan pada perdagangan awal Senin, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang kembali memicu aksi jual aset Amerika Serikat. 

Tekanan muncul setelah ancaman terbaru dari Gedung Putih terhadap Uni Eropa terkait masa depan Greenland mendorong pelemahan pasar saham dan obligasi pemerintah AS.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,1% ke level 99,004, terendah sejak 14 Januari. 

Seperti dikutip reuters.com, investor semakin khawatir terhadap eksposur mereka di pasar AS di tengah ketidakpastian kebijakan luar negeri Washington.

Ancaman tarif baru yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump terhadap sekutu Eropa menghidupkan kembali strategi perdagangan “Sell America”, yang sebelumnya muncul pasca-pengumuman tarif pada April tahun lalu. 

Saham, obligasi Treasury, dan dolar sama-sama tertekan. Pasar keuangan AS sendiri akan kembali dibuka pada Selasa setelah libur Martin Luther King Jr. Day.

Menurut analis pasar IG di Sydney, Tony Sycamore, investor mulai melepas aset berbasis dolar karena kekhawatiran akan ketidakpastian berkepanjangan, hubungan internasional yang memburuk, menurunnya kepercayaan terhadap kepemimpinan AS, potensi aksi balasan dari negara lain, serta percepatan tren de-dolarisasi.

Meski terdapat harapan bahwa pemerintah AS akan meredakan ketegangan seperti pada kasus tarif sebelumnya, Sycamore menilai upaya mengamankan Greenland tetap menjadi agenda strategis utama pemerintahan saat ini.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke level 4,2586%.

Kontrak berjangka Fed funds menunjukkan probabilitas 94,5% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan dua hari pekan depan, relatif stabil dibandingkan akhir pekan lalu.

Terhadap yen Jepang, dolar bergerak stabil di level 158,175 yen, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan pemilu kilat pada 8 Februari. 

Rencana pemerintah Jepang untuk menangguhkan pajak penjualan makanan sebesar 8% selama dua tahun turut menyoroti rapuhnya kondisi fiskal negara tersebut.

Sementara itu, dolar AS juga relatif stabil terhadap yuan offshore di Hong Kong pada level 6,9536. Bank sentral China diperkirakan akan kembali mempertahankan suku bunga acuan untuk bulan kedelapan berturut-turut, berdasarkan survei Reuters.

Di kawasan Asia Pasifik, dolar Australia melemah 0,1% ke level US$0,6710, sedangkan dolar Selandia Baru turun 0,1% ke US$0,5794, terkoreksi dari posisi tertinggi dua pekan terakhir. (DK)