Buyback saham DEWA tinggal sebulan, dana sisa Rp469 miliar
Selasa, 20 Januari 2026

JAKARTA – Periode pembelian kembali (buyback) saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tersisa 20 hari bursa atau sekitar sebulan, dengan alokasi dana yang tersisa sebesar Rp469 miliar.
Direktur & Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi, mengatakan perseroan telah membeli kembali sebanyak 867,03 juta lembar saham per 19 Januari 2026.
Sesuai rencana yang disampaikan November 2025 lalu, DEWA menyiapkan dana sebesar Rp1,66 triliun untuk menambah porsi saham treasury. Namun anggaran ini direvisi menjadi Rp950 miliar pada 10 Desember 2025.
Estimasi jumlah saham yang akan diserap dalam aksi korporasi ini tak lebih dari 10% dari modal ditempatkan dan disetor.
Mukson menambahkan bahwa DEWA telah mengalokasikan dana Rp790 miliar untuk membeli 372 juta lembar saham, di harga rata-rata Rp430 per lembar pada 10 Desember 2025.
Berikutnya, emiten jasa pertambangan milik Grup Bakrie ini membelanjakan Rp520 miliar, untuk membeli 418,6 juta lembar saham di harga rata-rata Rp645 per lembar pada 6 Januari 2026.
Pembelian terbaru dilakukan pada 19 Januari 2026, di mana DEWA membeli 76,3 juta lembar sahamnya dengan harga rata-rata Rp655 per lembar, dengan dana sebesar Rp469,9 miliar.
Sehingga DEWA telah membelanjakan dana Rp480 miliar untuk membeli 867 juta lembar sahamnya atau setara 5,69% dari jumlah saham tercatat.
Hingga akhir 2025, porsi saham free float DEWA tercatat sebesar 63,08%. Sementara pemegang saham terbesar adalah Goldwave Capital Limited 9,38%, PT Andesti Tungkas 8,54%, CIMB Securities 6,38%, Zurich Aset International 6,18%, dan PT CGS International 5,53%.
Penerima manfaat akhir dari saham DEWA adalah Nirwan Dermawan Bakrie, anak ketiga dari pendiri Grup Bakrie, Achmad Bakrie. (KR)