IHSG stagnan, saham emas milik Bakrie hingga Saratoga melesat
Selasa, 20 Januari 2026

JAKARTA – Saham-saham tambang emas mencatat kenaikan harga signifikan pada perdagangan Selasa (20/1) hari ini, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup nyaris stagnan.
Berdasarkan pantauan IDNFinancials.com, IHSG hanya naik 0,83 poin atau 0,01% pada perdagangan hari ini dan tutup di level 9.134,70. IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 9.174,47 dan terendah 9.120,15.
Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp29,78 triliun, yang melibatkan 72,4 miliar lembar saham. Sebanyak 336 saham mencatat kenaikan harga, 323 saham melemah, dan 143 saham stagnan.
Meskipun demikian, mayoritas indeks sektoral cenderung menguat. Sektor IDXBASIC memimpin dengan kenaikan 2,49.
Sebagian besar saham dari sektor ini mencatat kenaikan harga signifikan, terutama saham emiten yang mengandalkan bisnisnya pada komoditas emas.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang dimiliki oleh Grup Bakrie dan Salim, mencatat kenaikan harga 6,50%.
Sementara emiten tambang emas milik Grup Saratoga, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat kenaikan harga 18,18% dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 4,90%.
Saham produsen emas milik Pemerintah Indonesia, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mencatat kenaikan harga saham 3%, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) milik Grup Astra naik 1,51%.
Di pasar spot, harga emas dunia naik 3,04% hingga pukul 16.40 WIB hari ini. Hal ini menambah kenaikan harga emas sejak awal tahun menjadi 9,67%. (KR)