Suspensi saham delapan emiten besok dibuka, termasuk milik Salim Group
Selasa, 20 Januari 2026

JAKARTA – Saham delapan emiten akan diperdagangkan kembali mulai sesi I di pasar regular dan pasar negosiasi, Rabu (21/1). Hal itu disampaikan Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/1).
Sejumlah saham emiten tersebut disuspensi terkait kenaikan harga saham secara akumulasi yang signifikan pada periode berbeda. Adapun delapan emiten tersebut yakni;
Harga saham BELL naik Rp38 menjadi Rp148 pada penutupan transaksi saham sesi II, Senin (19/1). Jumlah saham diperjualbelikan 34,34 juta dalam 23.432 kali senilai Rp48,84 miliar. Sejak sepekan saham emiten milik Kiky Suherlan dan Dedie Suherlan ini melejit 89,74% atau Rp70 menjadiRp148 per lembar dan dalam sebulan meroket 117,65% atau Rp80 per saham.
Saham BNBA menguat Rp205 menjadi Rp1.200 pada penutupan sesi II, (19/1). Volume perdagangan 19,82 juta dalam 3.294 kali senilai Rp22,93 miliar. Saham emiten milik Rachmat MS dan Anderson Sumali ini terkerek 33,33% atau Rp300 menjadi Rp1.200 dalam sepekan dan sebulan melejit 86,05% atau Rp555 per saham.
Harga saham OASA ditutup Rp486 atau menguat Rp96 pada sesi II, (19/1). Volume transaksi 631,06 juta dalam 54.597 kali senilai Rp289,84 miliar. Dalam sepekan saham emiten milik Gafur Sulistyo Umar ini terkerek 28,57% atau Rp108 menjadi Rp486 per saham pada sesi II, (19/1) dan dalam sebulan melesat 94,40% atau Rp236 per saham.
Sementara itu, harga saham EURO naik Rp65 menjadi Rp75 per saham pada penutupan sesi II, (19/1). Jumlah saham diperjualbelikan 3,60 juta dalam 617 kali senilai Rp2,52 miliar. Saham emiten milik Johansen Ngian ini terkerek 31,19% atau Rp170 menjadi Rp715 dalam sepekan dan sebulan terbang 181,50% atau Rp461 per lembar.
Selanjutnya, saham AHAP menguat Rp40 menjadi Rp454 pada penutupan sesi II, Jumat (9/1). Volume jual beli 113.900 lembar dalam 52 kali transaksi senilai Rp51,71 juta. Saham emiten milik Anthoni Salim ini meroket 117 atau Rp103 menjadi Rp191 per lembar dalam sebulan dan dalam enam bulan terbang 189,39% atau Rp125 per lembar.
Untuk saham RMKE menguat Rp1.150 menjadi Rp7.875 pada penutupan sesi II, (12/1). Jumlah saham ditransaksikan 78,88 juta lembar dalam 22.670 kali transaksi senilai Rp603,29 miliar. Dalam sebulan ini saham emiten milik Tony Saputra ini naik 60,06% atau Rp2.955 menjadi Rp7.875 per saham dan sejak enam bulan melayang 1.444,12% atau Rp7.365 per saham.
Sedangkan saham FIRE terkerek Rp24 menjadi Rp258 pada penutupan sesi II, (7/1). Volume perdagangan 182,25 juta dalam 24.880 kali senilai Rp48,76 miliar. Harga saham emiten milik Aris Munandar ini menguat 63,29% atau Rp100 menjadi Rp258 dalam sebulan dan enam bulan melesat 230,77% atau Rp180 per saham.
Dan, saham HUMI ditutup menguat Rp34 menjadi Rp356 pada sesi II, (6/1). Volume perdagangan saham emiten milik Hutomo Mandala Putra ini sebanyak 1,31 miliar dalam 114.569 kali senilai Rp473,66 miliar. (LK)