Wall Street jeblok, IHSG rentan pullback jelang keputusan BI Rate
Rabu, 21 Januari 2026

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai terbatas dan berpotensi menghadapi koreksi jangka pendek atau pull back pada perdagangan Rabu (21/1) hari ini.
Pada perdagangan Selasa (20/1) kemarin, IHSG tutup di level 9.134,70 setelah naik 0,01%. Sektor Basic Materials menjadi penopang dengan kenaikan 2,49%, didukung lonjakan harga emas global di pasar spot.
Analis Phintraco Sekuritas menilai momentum penguatan IHSG mulai terbatas secara teknikal, diikuti adanya distribusi berdasarkan indikator MACD dan potensi pembentukan death cross pada Stochastic RSI di area overbought.
“Sehingga perlu diwaspadai potensi terjadi pull back akibat profit taking, dengan pergerakan IHSG diperkirakan pada kisaran 9.000-9.150,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan hari ini.
Sementara di Amerika Serikat (AS), mayoritas indeks Wall Street kompak melemah. Dow Jones Index turun 1,76%, Nasdaq Composite melemah 2,39% dan S&P 500 turun 2,06%.
Sejumlah indeks di kawasan Asia juga terpantau melemah pada perdagangan Selasa kemarin. Nikkei Jepang turun 1,11%, Hang Seng Index turun 0,29%, dan Shanghai Composite turun 0,01%.
Di sisi lain, CBOE Volatility Index (Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange) atau yang dikenal dengan VIX, kini berada di level 20,09. Posisi di atas 20 menandakan tingkat ketakutan dan volatilitas pasar semakin meningkat.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, Bank Indonesia (BI) tengah menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pertama untuk tahun ini, serta akan mengumumkan hasilnya pada Rabu hari ini.
Konsensus analis yakin bahwa BI akan tetap menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus berlanjut. (KR)