Ahmad Yani gantikan Julfi Hadi jadi Direktur Utama PGEO
Rabu, 21 Januari 2026

JAKARTA – Pemegang saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) telah menyetujui pengunduran diri Julfi Hadi dari posisi direktur utama, dan mengangkat Ahmad Yani sebagai penggantinya.
Pergantian anggota dewan direksi ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan yang digelar Selasa (20/1) hari ini.
“Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Bapak Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih Udi Atmo, Komisaris Utama PGEO, dalam siaran resminya.
Ahmad Yani memang bukan sosok baru di Perseroan. Ia telah menjabat sebagai Direktur Operasi PGEO sejak 2023 lalu, setelah berkarir lebih dari 20 tahun di perusahaan tersebut.
“Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, saya berkomitmen memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional,” tegas Ahmad Yani.
Sebagai catatan, posisi direktur operasi kemudian akan digantikan oleh Andi Joko Nugroho, yang sebelumnya bertugas sebagai VP Operation & Engineering PGEO.
Dalam kesempatan yang sama, Gigih Udi Atmo juga menyempatkan diri untuk mengapresiasi kontribusi Julfi Hadi, yang telah memimpin PGEO sejak bulan Juni tahun 2023, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 25 November 2025.
Julfi Hadi diketahui memiliki pengalaman di berbagai proyek pengembangan geothermal di Indonesia, termasuk Wayang Windu Unit 2 dan Darajat Unit 3—yang dikerjakan bersama dengan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
“Selama masa jabatannya, Bapak Julfi Hadi telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat fondasi bisnis Perseroan,” tutup Gigih. (ZH)