Survei BI optimis lima sektor ini cerah di awal 2026
Rabu, 21 Januari 2026

JAKARTA – Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja dunia usaha pada kuartal empat 2025 tetap terjaga.
Hal ini didukung dengan posisi Saldo Bersih Tertimbang (SBT), indikator pengukur perubahan kebutuhan terhadap pembiayaan dan penyaluran kredit, yang berada di level 10,61%.
Mayoritas lapangan usaha mencatat kinerja positif pada kuartal empat 2025, menurut responden survei BI. Terutama pada jasa keuangan, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor, industri pengolahan, administrasi pemerintahan, informasi dan komunikasi, serta penyediaan akomodasi dan makanan minuman.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan penguatan itu sejalan dengan konsumsi masyarakat pada libur panjang akhir tahun lalu.
“Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru sehingga mendorong permintaan domestik,” kata Ramdan, dalam keterangan yang disampaikan awal pekan ini.
Hasil survei BI juga mencatat kapasitas produksi pada kuartal empat 2025 berada di level 73,15%, ditopang oleh pengadaan listrik dan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.
Memasuki kuartal pertama 2026, responden dalam survei BI memprakirakan kegiatan usaha akan meningkat, dengan posisi SBT di kisaran 12,93%.
Sejumlah bidang usaha yang diperkirakan meningkat pada awal tahun ini yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan seiring masuknya musim panen, serta industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor.
“Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan I 2026 meningkat dengan SBT sebesar 12,93%,” jelas Ramdan, dengan menambahkan proyeksi ini sejalan dengan lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. (KR)