Harga emas dan perak pecahkan rekor baru, Wall Street ambruk

Rabu, 21 Januari 2026

image

JAKARTA - Harga emas dunia kembali menorehkan rekor tertinggi pada Selasa (20/1), menembus level psikologis yang belum pernah tercapai sebelumnya di kisaran US$4.700 per troy ons.

Namun tak hanya emas, harga perak juga mencatat sejarah dengan melampaui harga US$95 per troy ons untuk pertama kalinya.

Sementara harga emas di pasar spot (XAU/USD) menguat sekitar 1,98% ke posisi USD4.763,38 per troy ons, setelah sempat menyentuh rekor intraday di level US$4.766,18.

Analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menyebut reli emas semakin memasuki wilayah yang belum pernah terjamah karena investor berupaya melindungi portofolio mereka dari meningkatnya risiko politik, seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan bahwa pelemahan dolar AS turut memberikan dorongan signifikan bagi logam mulia, di tengah mulai goyahnya kepercayaan terhadap aset-aset Amerika Serikat (AS).

Tak hanya menghantam pasar uang, indeks utama Wall Street juga ke level terendah hampir tiga pekan menyusul pelemahan indeks dolar AS (DXY).

Pelemahan dolar terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, kembali mengeluarkan ancaman tarif terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland. Pernyataan ini memperkeruh situasi menjelang pertemuan Trump di Davos, Swiss.

Sebagai aset yang kerap dijadikan penyimpan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik, harga emas telah melesat sekitar 64% sepanjang 2025 dan bertambah sekitar 10% sejak awal tahun ini.

Kenaikan tersebut juga ditopang ekspektasi penurunan suku bunga AS. Sementara pelaku pasar saat ini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga, masing-masing sebesar 25 basis poin mulai pertengahan 2026.

Perhatian investor semakin meningkat setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan Trump diperkirakan akan menunjuk ketua baru Federal Reserve paling cepat pekan depan.

Razaqzada menilai level US$4.800 hingga US$4.900 menjadi target terdekat emas selanjutnya, sementara level psikologis US$5.000 menonjol sebagai target jangka panjang.

Sementara itu, harga perak di pasar spot terkoreksi tipis 0,3% ke level US$94,38 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di US$95,87.

Sepanjang 2025, harga perak telah melonjak sekitar 147% dan menguat lebih dari 32% sejak awal 2026. (DK/KR)