Saham FOLK terkerek usai dua investor kucurkan Rp57 miliar
Rabu, 21 Januari 2026

JAKARTA – Saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) terkerek seiring kepastian dua pemegang saham ambil bagian dalam private placement pada pekan lalu (15/1).
Mengutip keterbukaan informasi pada Rabu (21/1), dua investor yang ikut dalam aksi korporasi emiten ini yakni, PT Garam Ventura Indonesia (GVI), pemegang saham utama FOLK dan Sutopo Widodo, non afiliasi emiten. Total dana yang berhasil disetor oleh dua pemegang saham ini sebanyak Rp57 miliar.
GVI mengambil bagian sebanyak 92,96 juta lembar dengan harga Rp398 per saham. Maka, nilai investasi yang dikucurkan sebesar Rp37 miliar. Sementara Sutopo Widodo sebanyak 50,25 juta dengan harga Rp398, sehingga nilai transaksi Rp20 miliar.
Harga pelaksanaan dalam aksi korporasi itu lebih rendah dari saat penutupan perdagangan sesi II pada (15/1) di level Rp1.000 per saham.
Manajemen FOLK akan menggunakan seluruh dana hasil dari private placement untuk pengembangan usaha dan kebutuhan modal kerja anak usaha dan perusahaan.
Usai transaksi, emiten ini mencatatkan modal saham ditempatkan dan disetor penuh naik menjadi 4,09 miliar dari sebelumnya 3,94 miliar lembar. Sementara, modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi Rp81,82 miliar dari Rp78,96 miliar.
Seiring perolehan dana dari dua investor itu, saham emiten ini terkoreksi 5,58% atau Rp55 menjadi Rp935 per saham pada sesi II pukul 14.21 WIB, Rabu (21/1). Harga sahamnya sempat menyentuh level Rp1.025, naik dari saat pembuka diharga Rp1.005 per saham.
Namun dalam sepekan sejak aksi korporasi itu saham FOLK terkerek 1,63% atau Rp15 dan dalam sebulan meroket 111,54% atau Rp493 per saham. (LK)