Morgan Stanley rekomendasi UNTR di tengah diskon ARB

Rabu, 21 Januari 2026

image

JAKARTA – Morgan Stanley mengubah rating untuk saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dari “equalweight” menjadi “overweight” di tengah harganya yang jatuh ke level Rp27.200 hari ini, Rabu (21/1).

Analis Morgan Stanley memandang bahwa arus kas tahunan UNTR kini mulai dialokasikan untuk menghasilkan imbal hasil yang lebih menarik bagi para pemegang sahamnya, misalnya melalui aksi investasi untuk meningkatkan cadangan emas.

Selain itu, UNTR juga terkenal konsisten membagikan dividen tiap tahun, dan telah sukses menggelar aksi buyback jumbo sebesar Rp2 triliun pada 30 Oktober 2025 hingga 14 Januari 2026 lalu.

“Kami memperkirakan CAGR dividen UNTR mencapai 6% pada periode 2025-2028 terlepas dari siklus batu bara yang menantang, karena kinerja emas, perak dan nikel dapat mengunggulinya,” ujar analis.

Analis bahkan memproyeksikan peningkatan kinerja hingga 10-15%, yang menjadi “kunci untuk kinerja sahamnya.” Morgan Stanley sendiri menargetkan harga UNTR hingga Rp40.000 per lembar.

Namun, sebagai catatan, UNTR diketahui telah memberhentikan sementara operasi Tambang Emas Martabe kelolaan anak usahanya, PT Agincourt Resources, sejak 6 Desember 2025 lalu, imbas bencana banjir Sumatra.

Terbaru, pemerintah bahkan telah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) di tambang tersebut karena terbukti melanggar peraturan pemanfaatan kawasan hutan.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, pendapatan segmen penambangan emas dan mineral lain UNTR memang hanya berkontribusi sekitar 10% dari total pendapatan Perseroan per September 2025 lalu.

Namun, analisis Stockbit Sekuritas mengungkapkan bahwa Tambang Emas Martabe dapat menyumbang 27-39% dari estimasi laba bersih UNTR pada tahun 2026.

“Berdasarkan estimasi kami, dengan asumsi volume penjualan 220 ribu oz, kontribusi laba bersih dari tambang Martabe berkisar antara 27–39% terhadap laba bersih keseluruhan UNTR pada 2026F,” imbuh Everson Sugianto, Investment Analyst Stockbit, Rabu (21/1).

Hingga berita ini dibuat, pihak UNTR maupun Agincourt belum menyampaikan keterangan resmi terkait isu pencabutan IUP Tambang Emas Martabe.

Namun, seiring kabar tersebut, saham UNTR tampak lesu, menyentuh auto-reject bawah (ARB) setelah ambles 14,93% ke level Rp27.200. (ZH)