Rupiah menguat, IHSG ambles 1,36% akibat profit taking

Rabu, 21 Januari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tutup di level 9.010,33 pada perdagangan Rabu (21/1) hari ini, turun 1,36% atau 124,37 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level terendah di 8.977 dan tertingginya di 9.105.

Total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp34,22 triliun, yang melibatkan perdagangan 61,68 miliar lembar saham.

Analis Phintraco Sekuritas menilai koreksi pada IHSG hari ini dipicu aksi profit taking, setelah indeks menyentuh rekor tertinggi di perdagangan sebelumnya.

“Kemudian diperkuat oleh memburuknya sentimen domestik menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut izin 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan akibat pelanggaran lingkungan,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan sore hari ini.

Mayoritas indeks sektoral juga terpantau melemah, dengan penurunan paling dalam di sektor industri yang mencapai 6,33% dan properti 3,44%. Hanya ada dua sektor yang bertahan di zona hijau yaitu konsumer nonsiklikal dan basic materials.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,12% atau 20 poin ke Rp16.936/US$ hingga pukul 16.00 WIB. Namun sejak awal tahun ini, rupiah masih mencatat penurunan 1,67% terhadap dolar AS.

Penguatan rupiah hari ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan suku bunga acuan atau BI Rate tetap bertahan di level 4,75%.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengaku keputusan ini sejalan dengan upaya bank sentral dalam menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. (KR)