Pasar saham pulih usai konflik AS-Greenland reda, reli emas berakhir?

Kamis, 22 Januari 2026

image

JAKARTA – Pasar saham di kawasan Asia dibuka menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, menyusul kenaikan sejumlah indeks Wall Street setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangguhkan ancaman tarif terhadap mitra dagangnya di kawasan Eropa.

Indeks KOSPI naik 1,82% dan Hang Seng naik 0,59% menurut pantauan IDNFinancials.com hingga pukul 8.35 WIB hari ini. Sementara Indeks MSCI Asia Pasifik, yang mencakup saham-saham pilihan dari 5 negara berkembang dan 8 negara emerging market, menguat 1,07%.

Berbanding terbalik dengan pasar saham, sejumlah logam mulia kompak terkoreksi menyusul pernyataan Trump, yang menangguhkan rencana pengerahan militer AS untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.

Harga emas di pasar spot sempat terkoreksi 1,25% pada pembukaan sesi Asia, ke level US$4.772 per troi ons. Sementara harga perak sempat turun 1,6%.

Meskipun demikian, harga emas telah naik lebih dari 10% sejak awal tahun ini. Sedangkan harga perak telah naik lebih dari 21% sejak awal tahun.

Senior Market Analyst, Jim Wyckoff, mengatakan harga emas dalam skenario bullish masih berpotensi menyentuh US$5.000 per troi ons. Namun dalam skenario bearish, harga emas berpotensi terkoreksi di area support US$4.539.

“Kerangka kesepakatan Greenland telah menurunkan temperatur cukup banyak, mengingat apa yang terjadi dalam sepekan,” kata Manajer Portofolio di Integrity Aset Management, Joe Gilbert, seperti dikutip Bloomberg.

“Dengan tarif yang lebih rendah tentunya jadi sinyal positif bagi pelaku pasar,” jelas Gilbert.

Meskipun demikian, saat ini apa yang disebut Trump sebagai “kerangka kesepakatan” dengan Greenland dalam pertemuan di Davos, belum cukup jelas. (KR)