Dana IPO ludes, YOII incar tambahan modal lewat rights issue
Kamis, 22 Januari 2026

JAKARTA – PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII), emiten asuransi yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal 2025, mengumumkan rencana penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
Dalam aksi korporasi ini, YOII akan menerbitkan 684,94 juta lembar saham baru, setara 18,9% dari seluruh saham tercatat.
Namun jumlah saham ini masih bersifat tentatif, sesuai kebutuhan dana dan harga pelaksanaan yang akan ditetapkan saat pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), 6 Februari 2026.
Namun secara garis besar, manajemen YOII menyebut dana hasil rights issue akan dipakai untuk kebutuhan modal kerja.
“Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD yang diperolehnya dapat terdilusi paling banyak 16,67%,” jelas Manajemen YOII, dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurut data IDNFinancials.com, YOII melantai di bursa pada 8 Januari 2025. Perusahaan asuransi digital ini melepas 412,08 juta lembar sahamnya kepada publik dan menghimpun tambahan modal Rp41,2 miliar.
Direktur Utama YOII, Adi Wibowo Adisaputro, mengatakan seluruh dana IPO perseroan telah terpakai, sesuai rencana yang disampaikan dalam prospektus penawaran umum. Dengan rincian biaya penawaran umum Rp5,7 miliar, kegiatan pemasaran Rp28,4 miliar, dan operasional Rp7,1 miliar.
Menyusul pengumuman rights issue, harga saham YOII melesat 29,63% pada pembukaan perdagangan hari ini dan berada di level Rp140 per lembar, setelah tutup di level Rp108 per lembar pada perdagangan Rabu (21/1) kemarin. Total transaksi di saham ini mencapai Rp52,84 miliar. (KR)