UNTR buyback Rp2 triliun usai harga saham ARB
Kamis, 22 Januari 2026

JAKARTA - PT United Tractors Tbk (UNTR) berencana menggelar buyback atau pembelian kembali saham dengan alokasi dana Rp2 triliun.
Aksi korporasi ini diumumkan setelah harga saham UNTR turun hampir 15% pada perdagangan Rabu (21/1) kemarin, menyusul keputusan pemerintah yang mencabut izin PT Agincourt Resources, salah satu anak usaha UNTR.
Manajemen UNTR menyatakan, buyback saham dilakukan untuk menjaga stabilitas serta kepercayaan terhadap pasar terhadap saham perseroan.
Buyback dilakukan tanpa melalui RUPS, mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 13/2023.
"Jumlah nilai pembelian kembali saham adalah sebanyak-banyaknya Rp2 triliun," kata manajemen UNTR dalam keterbukaan informasi, Kamis (22/1).
Periode buyback saham akan digelar selama tiga bulan sejak 22 Januari 2025 hingga 15 April 2025, selama masih tersedia alokasi dananya.
"Dalam pelaksanaan pembelian kembali saham, perseroan akan menggunakan dana internal perseroan, bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum," ujar manajemen.
Pada penutupan perdagangan kemarin, saham UNTR tercatat melemah ke level Rp27.200.
Sebelumnya, UNTR telah menyelesaikan program buyback saham pada periode 30 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026.
Dalam periode tersebut, perseroan menyerap sekitar 8,5 juta saham dengan hampir seluruh dana buyback Rp2 triliun terserap, sehingga harga rata-rata pembelian tercatat sebesar Rp29.188 per saham.
"Dengan mempertimbangkan sisa dana pembelian kembali saham Rp9,7 juta, perseroan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan pembelian kembali saham pada 14 Januari 2025," kata manajemen UNTR, beberapa waktu lalu. (DK/KR)