Goldman Sachs naikkan proyeksi emas akhir tahun ke US$5.400 per ons
Kamis, 22 Januari 2026

WASHINGTON - Goldman Sachs Group Inc. menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun 2026 dari US$4.900 per troi ons menjadi US$5.400, seiring meningkatnya permintaan dari investor swasta dan bank sentral.
Seperti dikutip Bloomberg.com, Kamis (22/1), Goldman memperkirakan bank-bank sentral akan membeli sekitar 60 ton emas batangan per bulan sepanjang tahun ini.
Selain itu, kepemilikan emas melalui exchange-traded fund (ETF) diperkirakan meningkat seiring langkah Federal Reserve memangkas suku bunga, tulis beberapa analis Goldman Sachs, termasuk Daan Struyven dalam laporannya.
Menurut mereka, bank sentral kini mulai bersaing dengan investor sektor swasta untuk mendapatkan pasokan emas batangan yang terbatas, termasuk melalui pembelian ETF emas tradisional.
Sebelumnya, Goldman Sachs memproyeksikan emas dan logam strategis akan diuntungkan oleh persaingan global, sementara sektor energi, khususnya minyak, menghadapi tekanan akibat kelebihan pasokan.
Dalam laporan 2026 Commodities Outlook, seperti diikutip investinglive.com, tim Goldman Sachs yang dipimpin Daan Struyven menyoroti persaingan Amerika Serikat dan China dalam penguasaan kecerdasan buatan (AI).
Bersama dengan tren AI tersebut, pengaruh geopolitik juga dinilai akan memperkuat permintaan logam. Selain itu, lonjakan kapasitas baru industri AI dan data centre juga akan membebani pasar energi.
Terlepas dari itu, Goldman Sachs menempatkan emas sebagai rekomendasi utama dalam laporan proyeksi 2026.
Logam mulia ini diproyeksikan naik hingga US$4.900 per ons pada akhir 2026, didorong oleh pembelian agresif bank sentral yang diperkirakan mencapai 70 ton per bulan, empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelum 2022. (DK/ZH)