CEO Alphabet Sundar Pichai: Lonjakan investasi AI tidak rasional
Rabu, 19 November 2025

JAKARTA - CEO Alphabet, Sundar Pichai memperingatkan bahwa lonjakan investasi AI triliunan dolar saat ini mengandung “unsur ketidakrasionalan”, meski ia menyebut perkembangan teknologi tersebut sebagai “momen yang luar biasa”.
Dalam wawancara eksklusif dengan BBC di California, Pichai menegaskan bahwa tak ada perusahaan yang akan kebal jika gelembung AI pecah.
“Saya pikir tidak ada perusahaan yang akan kebal, termasuk kami,” ujarnya, dikutip bbc.com (18/11).
Nilai perusahaan-perusahaan AI melonjak tajam, termasuk saham Alphabet yang telah naik dua kali lipat menjadi US$3,5 triliun, sementara investasi terhadap OpenAI disebut mencapai jaringan transaksi bernilai US$1,4 triliun angka yang menimbulkan kekhawatiran pasar akan pengulangan gelembung dotcom tahun 2000.
Pichai menilai siklus investasi teknologi kerap “melampaui batas”. “Kita bisa melihat kembali internet jelas ada banyak investasi berlebih Saya memperkirakan AI akan sama,” ujarnya.
Ia menyebut kekuatan Alphabet berada pada kepemilikan “full stack” teknologi, dari chip hingga data YouTube dan divisi riset seperti DeepMind. Perusahaan juga mengumumkan investasi £5 miliar di Inggris, termasuk rencana melatih model AI di negara tersebut.
Namun ia memperingatkan tantangan energi karena AI telah menyumbang 1,5% konsumsi listrik dunia. Pichai juga mengakui target iklim Alphabet melambat, meski tetap berkomitmen mencapai net zero pada 2030.
Soal dampak terhadap pekerjaan, Pichai menyebut AI sebagai “teknologi paling mendalam” yang akan menciptakan disrupsi sekaligus peluang. “Itu akan mengubah dan mentransisikan pekerjaan, dan orang-orang perlu beradaptasi,” katanya. (DH)